Sahabat saya, Ardhy, bernazar memonumentalkan nama koran bersejarah “Pedoman Rakyat” yang merakyat disingkat PR, sebagai media On line pada ajang Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 76 di Kendari, Sultra.
Saya terkesan, luar biasa atas nilai juang saudara saya yang mulai “renta” seperti saya ini. Saya tentu ikut menyupport dan berjanji berniat hadiri “deklarasi” media tertua yang banyak me”lahir”kan orang terbaik di dunia Pers maupun Politik.
Di Kendari, kami dan James Wehantow salah seorang Penasehat PWI Sulsel setia bersama ikut acara sampai berakhir pada puncak, HPN 9 Februari 2020 yg dihadiri Presiden secara virtual.
Siang jelang sore, saya dijemput teman lama ke suatu tempat. Terus terang, saya lupa waktu Peluncuran PR.On line dimajukan sore. Jadwal sebelumnya di WA grup, tertulis malam.
Saya sempat kelabakan ketika dihubungi adinda H.Rukman Nawawi, owner media Sinergi, alumni PR juga Ketua PWI kab Wajo. Jarak tempuh dan waktu dalam situasi hujan deras tak memungkinkan balik ke Hotel Claro. Teman yang mengajak “angkat tangan” apalagi niatnya menyervis saya belum kesampaian.
Apa boleh buat, Pedoman Rakyat On line yang diluncurkan Ketua PWI Pusat Bidang Organisasi H.Zulkifli Gani Ottoh, SH, tak sempat saya hadiri. Saya sadari, manusia memang tempatnya khilaf dan hanya mampu merencanakan. Namun di”atas” penentu segalanya.
Mohon maaf
Ketika rombongan mau “pisah” degan riuhnya HPN di Kendari, sahabatku Ardhy M.Basir saya tunggu di lobby hotel Grand Kubra, samping Claro. Dia tetap bersama James Wehantow melangkah pelan. Tangannya saya genggam, mohon maaf. Dan, kamipun berpelukan. Selamat, Bravo !! PEDOMAN RAKYAT come back . * * *
Catatan kecil ini saya buat ketika pesawat yang menerbangkan rombongan mengudara. Dan saya masih merenung atas kealpaan ini.
Saya msh di Kendari, teman..Andounohu.















