Home / Sultra

Minggu, 13 Februari 2022 - 10:11 WIB

Pulau Bokori, Obyek Wisata yang Dikunjungi Rombongan PWI Sulsel

Laporan Syakhruddin

MEDIASINERGI.CO KENDARI – Pulau Bokori, tempat wisata yang menjadi salah satu obyek wisata yang dikunjungi peserta HPN di Kendari dari PWI Sulawesi Selatan.

Salah satu kawasan pasir Putih yang menawarkan kecantikan surgawi yang ada di Kota Anoa Kendari.

Meski lokasinya memang berada di ibukota tetapi ada udara yang hangat dan terbawa oleh angin laut. Pariwisata Sulawesi Tenggara sendiri memang diketahui terus dikembangkan.

Dengan adanya Pulau Bokori ini diharapkan bisa menjadi daya tarik lebih besar untuk mendatangkan para wisatawan, sebagaimana pernah diLukiskan oleh Abd.Muthalib di Celebes.

Pulau Bokori merupakan pulau kecil yang juga menjadi objek wisata kesayangan warga. Padahal wilayah ini merupakan perkampungan masyarakat dari nelayan Suku Bajo.

Sekitar tahun 80an, puluhan orang dari Suku Bajo mulai menetap di pesisir Pulau Bokori dan para pengembara laut perlahan dipindahkan ke Soropia oleh pemerintah setempat yang kala itu digagas oleh Gubernur Nur Alam.

Warga Bajo sendiri yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan menempati lokasi yang ada di daratan dan tak begitu jauh dari Bokori. Mereka membangun hunian di Desa leppe, Desa Mekar, Desa Bajoe, Desa Bokori dan Desa Bajo Indah. Bahkan sampai saat ini warga yang tinggal di desa-desa tersebut juga masih banyak.

Baca Juga:  PWI Bersama IKWI Sultra Jalin Kerjasama dengan Dinas P3APPKB

Dahulu penduduk Desa Bokori ini menetap di Pulau Bokori Pulaunya memang kecil tapi tak begitu jauh dari desa ini. Boko dalam bahasa Bajo artinya adalah penyu. Sementara berarti tempat. Bokori merupakan tempat bertelurnya penyu sebelum dulunya dihuni oleh manusia.

Ketika mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata, para penduduk direlokasi pertama kalinya di tahun 1984. Menyusul di tahun 1987 pemindahan penduduk ini membentuk Desa Bokori yang akhirnya mekar lagi menjadi sebuah Desa Bajo Indah setelah kurang lebih tiga tahun.

Dari ketiga desa ini letaknya berada di pesisir daratan utama yakni Sulawesi Tenggara. Waktu yang dibutuhkan sekitar satu perjalanan dari Kendari tepatnya berada di sebelah barat Pulau Bokori yang sekarang sudah tidak ada lagi penduduknya.

Baca Juga:  Kodam XIV/Hasanuddin Akan Gelar TMMD

Semenjak jadi lokasi wisata di awal era 90an, eks dari kampung nelayan ini memang perlahan dibenah. Anda yang berada di sini bisa merasakan bagaimana pemandangan yang menakjubkan.

Ada gugusan pulau kecil yang ada di Kepulauan Hawaii. Juga dengan adanya debur ombak serta hamparan pasir putih yang berlatar barisan pohon kelapa. Pemandangan semacam ini bisa membuat hati menjadi lebih sejuk.

Terutama ketika Anda melihat bagaimana pecahan debur ombak dan ketika laut terlihat begitu luas dan biru. Anda bisa berenang atau sekadar bermain air di bibir pantai.

Ada cottage atau villa kecil yang terbuat dari kayu dan tertata rapi. Di sinilah bisa dijadikan sebagai penginapan untuk yang ingin memandangi tempat wisata pada malam hari. Biasanya para pengunjung akan datang pagi hari setelah matahari terbit sehingga mereka bisa berenang dan berjemur.

Share :

Baca Juga

Sultra

UPTD PKB Dishub Makassar Beri Hadiah Kepada Pemilik Kendaraan Usai Uji KIR

Sultra

Ketua PWI Pusat Bidang Organisasi Launching pedomanrakyat.co.id di Jasmine Room Hotel Claro Kendari

Sultra

HPN 2022, Ramon Damora: Puisi Itu Bahasa Peradaban

Sultra

Wapres: Digitalisasi Media Ubah Perilaku Keseharian Masyarakat

Sultra

Kendari Pos Terima Rombongan HPN dan Ketua PWI Sulsel

Sultra

Presiden Jokowi Batal Ke Kendari Sulawesi Tenggara, Hadiri HPN

Sultra

Raja Pindah Beri Dukungan PWI Sulsel Untuk Sukseskan HPN di Kendari

Sultra

PWI Bersama IKWI Sultra Jalin Kerjasama dengan Dinas P3APPKB