Indonesia pun menjadi seperti surga bagi peredaran narkoba internasional. Tiap tahunnya, 15.000 jiwa meregang nyawa, akibat barang terlaknat ini. Lebih parahnya, sebagian besarnya masih berusia pelajar, mahasiswa, hingga anak anak.
Untuk itu, Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, terus menggemakan gerakan pencegahannya.
Selain mengadakan berbagai sosialisasi dengan banyak cara, misalnya dengan pemuka agama, akademisi, pemerintahan, hingga lembaga terkait, gerakan yang dipimpin mantan jurnalis yang juga akademisi, Dr H Waspada Santing, juga terus melakukan manuver dan kerjasama dengan instansi terkait.
Waspada Santing memastikan, seluruh jajaran Ganas Annar MUI Sulsel terus melakukan manuver dengan berbagai pihak dan lembaga, baik pemerintah, maupun non-pemerintah untuk menekan angka peredaran, dan penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan ‘perang’ pun disuarakan, sekaligus menjadi amunisi, bagi upaya penanggulangan penyalahgunaannya di provinsi berpenduduk lebih 7 juta jiwa ini.
Memecahkan Masalah
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A Palallo menyatakan pihaknya menyambut baik keinginan dan harapan Ganas Annar MUI Sulsel.
“Salah satu program yang nantinya menyelipkan akibat buruk penggunaan narkoba yakni melalui gerakan literasi yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, hingga memecahkan masalah, khususnya berkaitan dengan akibat buruk narkoba,” kata Tenri.
Dia mengatakan, Dinas Perpustakaan Kota Makassar juga mendukung pembuatan buku yang bersentuhan dengan kampanye anti-narkoba.
“Buku tersebut akan dibagikan ke berbagai instansi, termasuk lembaga keagamaan,” tutur Tenri. (dp)
Editor: Ismail Asnawi















