MEDIASINERGI.CO WAJO — Rencana kedatangan Ustadz Firanda di Wajo untuk mengisi tablig Akbar dalam rangka memperingati hari jadi Wajo ditanggapi beragam.
Komisi informasi, Komunikasi dan Pemeliharaan Dokumentasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo, H. Rukman Nawawi, berharap Pemerintah Kabupaten Wajo, dalam hal ini, Bupati Wajo, menyikapi dengan bijak penolakan sejumlah masyarakat dan organisasi keagamaan atas rencana kedatangan Ustadz Firanda.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wajo, sebagai pelayan masyarakat tentu harus mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat agar tetap terjaga ketentraman dan kedamaian.
“Pemerintah harus mendengar aspirasi masyarakat. Kalau sebahagian masyarakat menolak, yah tentunya pemerintah harus mempertimbangkan keinginan masyarakatnya,” ujarnya.
Ketua PWI Wajo ini menyebut, Pemerintah tidak punya alasan untuk memaksakan kehendak mendatangkan Ustad Firanda, jika sejumlah elemen tidak menghendaki kehadirannya di Bumi Lamaddukkelleng.
MUI Kabupaten Wajo, sebagai mitra pemerintah, lanjut Rukman, berkewajiban mengingatkan pemerintah Kabupaten Wajo, agar tidak tutup telinga dengan penolakan ini.
“Kami dari MUI mengingatkan dan mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Wajo atau Bapak Bupati untuk mempertimbangkan kembali rencana mendatangkan Ustadz Firanda, demi menghindari gejolak yang lebih besar,” ujarnya.
Ketua PCNU H Andi Hasbi mengatakan bahwa kalau sementara ini, pihaknya melakukan penguatan-penguatan moderasi beragama satu diantaranya adalah Islam sebagai agama Rahmatan lil alamin termasuk didalamnya mengakomodir tradisi-tradis dan budaya-budaya lokal sepanjang tidak bertentangan dengan aqidah.
















