“Maka dari itu Pemkot Makassar dengan RSUD tetap melayani semua masyarakat tanpa BPJS. Semua Rumah Sakit di Makassar kalau ada orang tidak punya BPJS kami layani dengan ikhlas dan ada anggaran untuk itu.
Semua harus dilayani, orang yang terlantar masuk ke kota tidak boleh ditelantarkan. Siapa pun penduduk Makassar harus dilayani,” jelas Danny.
Danny mengungkapkan pada saat dirinya membangun anatomi kesehatan, dirinya membuat revolusi di RS milik Pemerintah Daerah tersebut.
“Alhasil RSUD Daya dari rumah sakit tipe C saat ini telah menjadi rumah sakit tipe A plus hanya dalam satu tahun kepemimpinan saya,” katanya.
Begitupun pada saat dilantik 26 Februari 2021 untuk memimpin kembali kota Makassar, kata Danny, pada saat itu situasi pandemi Covid-19, sehingga dirinya mencanangkan program Makassar Recover.
“Semua harus position digital. Kami membuat Lab PCR 4 Gen, juga melibatkan 15 ribu influencer remaja berusia 25 tahun untuk diterjunkan langsung memeriksa kesehatan warga. Semua alat kami lengkap. Kalau kita mau membangun Health security kuat, jangan takut untuk membeli alat yang canggih,” imbuhnya.
Dalam Rakorsus Makassar Metaverse yang digelar Pemerintah kota Makassar, yang diikuti 51 SKPD Rumah Sakit Daya telah menyiapkan konten Metaverse yakni diagnosa setelah tes lab.
“Dia akan lihat sakit kita apa, seumpamanya di paru-paru, langsung ditunjuk Avatar untuk menentukan titik diagnosanya, selanjutnya memperlihatkan 3 dimensi paru-paru tersebut. Olehnya itu, kami berkomitmen serius membangun Kota Metaverse,” pungkasnya.(jk)
Editor: Sudirman
















