“Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya dan keluarga almarhumah bisa diberikan kesabaran dalam menerima cobaan ini, Insya Allah, jika jenazah sudah tiba, sebelum ke Makassar dinihari nanti, kami akan singgah melayat di rumah duka. Kita juga berharap semoga korban yang luka segera diberikan kesembuhan,” ucap Amran Mahmud.
Dikonfirmasi terpisah melalui telepon seluler, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin menyampaikan bahwa total jumlah rombongan ada 50 orang dengan 3 bus rombongan.
“Untuk bus sekolah yang mengalami kecelakaan, 15 orang sementara dijemput oleh tim nya, sebagian luka ringan. Sementara 2 orang yang luka berat masing-masing 1 orang guru dan 1 orang santri sudah dirujuk RSUD Sinjai. Lalu 1 orang yang meninggal telah dibawa ke Sengkang oleh Ambulance RSUD Sinjai setelah sebelumnya dilakukan upaya pertolongan di sana,” ucap Kadis yang akrab disapa Andi Aso ini.
Andi Aso menuturkan bahwa para santri ini sempat menolak untuk naik di bus sekolah milik Dishub karena alasan trauma. “Setelah kami coba bujuk akhirnya mereka menaiki bus sekolah kami. Saat ini kami sudah dalam perjalanan pulang bersama korban, termasuk 2 bis lainnya yang tergabung dalam rombongan MTs As’adiyah Putri II Sengkang,” ucapnya.
Andi Aso menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan warga sekitar bahwa karena hujan sehingga kemungkinan supir tidak mampu mengendalikan kendaraan tersebut. Bus menabrak tiang listrik sehingga tidak jatuh langsung ke sungai.(man)
Editor: Manaf Rachman
















