Home / Sulsel

Senin, 6 Juni 2022 - 17:47 WIB

Tekan Prevalensi Stunting, Wabup Wajo Minta Pemenuhan Gizi Ibu-Anak Gunakan Kearifan Lokal

MEDIASINERGI.CO WAJO — Stunting atau kurang gizi kronis menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo. Berkaca Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, di Bumi Lamaddukelleng prevalensi stunting ada di angka 22,4 persen. Termasuk terendah di Sulawesi Selatan (Sulsel), tetapi pemerintan tetap berupaya serius menekan angka itu.

Wakil Bupati (Wabup) Wajo, Amran, saat membuka kegiatan Aksi III percepatan penurunan stunting atau Rembuk Stunting menekankan bahwa kunci pencegahan dan penanganan stunting ada pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Olehnya itu, ibu hamil dan anak di bawah dua tahun perlu mendapatkan perhatian lebih.

Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Wajo di Glory Convenction Center (GCC), Kota Sengkang, Senin (6/6/2022), ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Dinilai Sistem Kehumasan Baik, Makassar Ditunjuk Jadi Tuan Rumah IGA 2023

Mereka yang hadir di antaranya Ketua DPRD Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna, bersama jajaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, Armayani, bersama kepala perangkat daerah terkait, Kepala Bappelitbanda Sulsel diwakili Mahrum Latief, perwakilan Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Regional 3 Wilayah Sulawesi dan Maluku sekaligus konsultan Kemendagri, Lukman Nur Hakim, Tim Koordinasi Pencegahan Prevalensi Stunting Wajo, serta undangan lainnya.

Amran mengatakan bahwa prevalensi stunting mesti menjadi perhatian dan tugas bersama. “Tentunya perlu segera kita atasi bersama, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa, individu, komunitas, CSR, maupun swasta harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penanggulangan stunting,” kata Amran.

Baca Juga:  Wajo Diterjan Banjir

Amran meminta kepada seluruh perangkat daerah bersama pemangku kepentingan terkait untuk melakukan inovasi-inovasi agar upaya pemenuhan gizi masyarakat, utamanya bagi mereka yang rentan seperti ibu hamil dan anak balita, bisa terpenuhi dengan baik dengan menggunakan kearifan lokal di tiap wilayah.

Untuk tingkat desa/kelurahan, bidan desa dan petugas gizi puskesmas bersama-sama dengan kader untuk melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi stunting dan harus ditangani bersama.

Share :

Baca Juga

Sulsel

DBR: IAS Bawa Energi Baru, Golkar Sulsel Siap Bangkit dan Rebut Kemenangan

Sulsel

IAS ke Wajo: Jangan Bicara Pilgub, Solidkan Dulu Golkar

Sulsel

Porseni HUT RI di Balai Kota Makassar: Meriah dengan Lomba, Kompak Pilah Sampah

Sulsel

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

SOPPENG

TP PKK Soppeng Turut Memeriahkan HUT Ke-81 RI

SOPPENG

Perkuat Sinergi, Kapolres Soppeng Gelar Coffee Morning dengan Wartawan

Sulsel

Munafri: Event Jadi Mesin Ekonomi Makassar, Tamu Belanja, Hotel Terisi, UMKM Bergerak

Makassar

Ketika Polisi Hadir, Harapan Tumbuh di Shelter Tamalate