“Begitupun para camat agar memfasilitasi dan mengkoordinir desa dan kelurahan. Pastikan kegiatan untuk penurunan stunting di tingkat desa dan kelurahan teralokasi lewat dana transfer desa dan dana yang dikelola kelurahan,” ucap Amran.
Pada kesempatan ini pula Amran menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, perangkat pemerintah daerah, dan segenap elemen pemangku kepentingan atas kerja sama dan dukungannya dalam upaya penaggulangan dan pencegahan stunting selama ini.
Sementara, Mahrum Latief yang membacakan sambutan Kepala Bappelitbanda Sulsel menyampaikan bahwa capaian penurunan stunting Wajo berdasarkan SSGI 2021 sebesar 22,6 persen masih di bawah Sulsel 27,4 persen. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sulsel, maka peringkat Wajo berada pada urutan kelima terendah di Sulsel.
“Untuk itu kami menyampaikan penghargaan yang tinggi dan terima kasih. Tentunya capaian tersebut didukung oleh adanya kerja sama yang baik dan peran serta semua pihak sehingga secara keseluruhan kinerja tersebut dapat dicapai,” ucapnya.
Latief meminta agar capaian selama ini menjadi tantangan bersama dalam melakukan upaya strategis dan inovatif. “Juga diperlukan kolaborasi atau sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah dan non pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan media massa,” ujarnya. (SAF)
Editor: Manaf Rachman
















