Omicron BA.4: 1 kasus
Laki-laki (30 tahun), PPLN asal Inggris warga negara Indonesia
Omicron BA.5: 3 kasus
Perempuan (20 tahun), kluster lokal
Perempuan (40 tahun), kluster lokal
Laki-laki (22 tahun), kluster lokal
2. Detail Vaksinasi 8 Pasien
Dalam paparan dr Erlina, delapan kasus yang terinfeksi baik Omicron BA.4 ataupun BA.5, seluruhnya sudah menerima vaksin COVID-19 minimal dua dosis.
Berikut detail lengkap laporan gejala dan status vaksin COVID-19:
Kasus Omicron BA.4 (Laki-laki 27 tahun): tidak bergejala, sudah divaksin dua dosis Pfizer.
Kasus Omicron BA.5 (Laki laki 45 tahun): tidak bergejala, sudah tiga kali vaksin J&J
Kasus Omicron BA.5 (Laki-laki 57 tahun): sakit tenggorokan, badan pegal, sudah empat kali vaksin Pfizer
Kasus Omicron BA.5 (Laki-laki 34 tahun): tidak bergejala, tiga kali vaksin (dua dosis astrazeneca dan 1 dosis J&J).
Kasus transmisi lokal BA.5 (Perempuan 20 tahun): gejala sedang ada sesak napas, dua kali divaksinasi Sinovac, belum booster.
Kasus transmisi lokal BA.5 (Perempuan 40 tahun): tidak ada gejala, sudah dua kali vaksin Sinovac, dan 1 vaksin AstraZeneca.
Kasus transmisi lokal BA.5 (Laki-laki 22 tahun): gejala ringan, sudah dua kali vaksin Sinovac, belum di booster.
Kasus PPLN dari Inggris (Laki-laki 30 tahun): gejala ringan, sudah dua kali vaksin Sinovac, satu kali vaksin Moderna.(***)

















