Home / Sulsel

Jumat, 17 Juni 2022 - 19:41 WIB

Pemkab Gowa Fokus Percepat Penurunan Angka AKI-AKB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Kamsina, Melaksanakan Rapat Penyusunan Rencana Kerja Pokja Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB), di Baruga Karaeng Patingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jum'at 17 Juni 2022.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Kamsina, Melaksanakan Rapat Penyusunan Rencana Kerja Pokja Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB), di Baruga Karaeng Patingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jum'at 17 Juni 2022.

MEDIASINERGI.CO GOWA — Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) di Kabupaten Gowa telah memasuki tahap aksi.

Hal ini dikarenakan Penurunan AKI-AKB merupakan salah satu program prioritas nasional pembangunan kesehatan yang tertuang di dalam RPJMN 2019-2024. Oleh karena itu, pemerintah daerah wajib untuk fokus dalam menangani program tersebut.

Hal ini ditandai dengan diadakannya Rapat Penyusunan Rencana Kerja Pokja Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) Tingkat Kabupaten Gowa kerjasama Pemerintah Kabupaten Gowa dengan Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) USAID di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jumat 17 Juni 2022.

“Kita ketahui bersama bahwa, untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi kita harus bergerak cepat. Perlu ada inovasi dan komitmen bersama seluruh stakeholder terkait dalam menggerakkan masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan ibu, bayi, dan balita,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Baca juga:  Bupati Wajo: Selain Memiliki Standar Kelayakan, Masjid Juga Diharapkan Jadi Wadah Pembinaan Umat

Dalam sambutannya tersebut, Kamsina menyampaikan bahwa upaya percepatan penurunan AKI-AKB dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu, bayi dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai standar yang ada.

“Beberapa prioritas terkait isu ini diantaranya akses, jaminan mutu pelayanan, SDM, dan sistem informasi kesehatan. Inilah yang membutuhkan peran serta dan dukungan dari semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun pihak lainnya. Salah satunya dengan mendirikan Rumah Tunggu Kelahiran Plus (RTK+) yang telah diresmikan baru-baru ini,” ujar Kamsina.

Kamsina juga menitipkan pesan kepada Pokja yang dibentuk agar dapat melahirkan rencana kerja yang inovatif dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Gowa.

“Melalui perencanaan yang baik di masing-masing satuan kerja dan organisasi terkait, saya berharap Pokja ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai bentuk komitmen dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pula, Plt Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa mengharapkan adanya sinergi dan kolaborasi serta kekompakan yang terbangun di dalam fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Gowa yang terdiri dari 25 Puskesmas dan 3 (tiga) Rumah Sakit.

Baca juga:  Hari Lahir Pancasila di Peringati secara Virtual

Hal senada juga diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan yang mengingatkan bahwa menurunkan AKI-AKB adalah hal yang krusial dan saling terkait, karena kelangsungan hidup dan ketercukupan gizi bayi sangat bergantung pada kesejahteraan ibu.

“Untuk membentuk generasi emas di Kabupaten Gowa, diperlukan adanya kolaborasi yang masif terkait kesejahteraan ibu dan bayi utamanya mengenai kesadaran untuk memeriksakan kehamilan bagi ibu hamil. Selain itu perhatian terhadap sistem rujukan di fasilitas pelayanan kesehatan juga harus menjadi prioritas agar jika terjadi kegawatdaruratan janin, ibu hamil dapat segera tertangani,” jelas Priska.

Menurutnya, fasilitas RTK+ dapat difungsikan secara optimal baik melalui pendampingan dari tenaga kesehatan maupun inovasi antar jemput selamat bagi ibu-ibu yang memerlukan pelayanan rujukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih tinggi tingkatannya.

Baca juga:  Bupati Adnan Harap Program Dana Hibah Kemendikbud Ristek Bantu Permasalahan Pendidikan Hingga ke Daerah

“Kinerja tenaga kesehatan harus terencana dengan baik, sehingga penilaiannya nanti dapat terukur dan memberikan dampak signifikan demi mempercepat penurunan AKI-AKB ke depannya,” ujar Priska yang juga Ketua Pokja Percepatan Penurunan AKI-AKB Tingkat Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Senior Program Manager MPHD Makassar, dr. Salwa Muchtar menyebutkan bahwa, program MPHD dari USAID ini hanya ada di 5 Provinsi di Indonesia dan untuk Sulawesi Selatan sendiri, dilaksanakan di 2 Kabupaten/Kota, yaitu Gowa dan Makassar.

“Dengan adanya program ini diharapkan ada koordinasi yang terintegrasi oleh seluruh pihak. Karena penurunan AKI-AKB ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Salwa juga mengapresiasi inisiatif dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Kabupaten Gowa sehingga program ini dapat terlaksana dengan sangat baik.

Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gowa, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Gowa, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dan Ketua IDI Cabang Gowa.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pindah Ruangan, Meningkat Antusiasme Warga Mendonorkan Darah di UTDRS Sinjai

Advertorial

Wabup Amran SE Sambut Kedatangan Jamaah Haji Wajo di Embarkasi Sudiang Makassar

Olahraga

Dicukur Thailand 0-4, Beban Timnas U-23 Jadi Lebih Berat

Sulsel

Momen 30 Tahun Pengabdian Alumni Akpol 1991, Kapolda Sulsel Bagikan Bansos 1.000 Paket Sembako

Sulsel

Tahfidz An Nur Tompobulu Terima Beasiswa dari YBM PLN

Advertorial

DPRD Wajo Minta Dinsos Segera Pasang Stiker di Rumah Penerima PKH

Sulsel

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan di Tingka Desa di Sinjai

Sulsel

Bupati Wajo Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Bencana Gempa Bumi di Sulbar