Home / Sulsel

Minggu, 19 Juni 2022 - 12:51 WIB

Catatan Kecil dari Pelaksanaan UJI-SOP pada KSB-Walanae Wajo

Korban bergelimpangan ditandai dengan pemasangan bendera : HITAM berarti sudah mati, KUNING memberi makna mengalami patah dan butuh pertolongan sementara warna MERAH merupakan skala prioritas yang perlu mendapat bantuan segera.

Seorang petugas harus mampu membaca tanda-tanda/ bendera yang sudah dipasang oleh tim TRIASE yang sudah datang lebih awal.

Motor Trail TRC, dapat digunakan untuk menolong korban yang patah tulang untuk segera dibawa ke rumah sakit atau shelter yang terdekat.

Terhadap mereka yang tertimpa pohon, maka Tim Damkar dengan pasukan “Zenzoo” bisa memotong kayu dengan mengeluarkan “suarA zenzoo” dan beraksi seakan-akan akan menolong korban yang tertimpa pohon.

Tim evakuasi masuk menggunakan tandu, PMI dilibatkan, pihak RSU dengan ambulansya masuk memenuhi lapangan termasuk TRC dari Taruna Siaga Bencana, selanjutnya korban di rujuk ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga:  Bupati Pinrang di hadapan Aparatur Dikbud Berpesan, Pahami Tugas dan Tanggung Jawab

Sementara disisi lain, ada korban yang tersangkut diatas pohon, kehadiran verical rEscue harus diberi peran penting.

Di Kabupaten Wajo, terjadi sebuah insiden bagi petugas Vertical Rescue, di saat memasang ANGKOR ke tiang bendera, tiba-tiba salah satu peralatan terlepas, kemudian talinya terbang melintas dan mengenai punggung, salah seorang anggota BPBD Kabupaten Wajo.

“Korban (ini benar benar terjadi) terkena dan tali dan besinya besi, terjatuh di samping tiang utama bendera” Punggungnya megalami retakan dan segera dibawah ke rumah sakit di Kabupaten Wajo dengan menggunakan tandu.

Baca Juga:  Pemerntah Arab Saudi Tutup Hotel Di Apartemen Makkah dan Madinah

“Insiden ini benar-benar menjadi pelajaran berharga, bagi petugas vertical rescue untuk berhati-hati menggunakan peralatan, yang daya ikatnya kurang maksimal karena dapat membahayakan petugas geladi lapang”

Semoga insiden di Wajo menjadi tambahan pengalaman dimasa mendatang.

Siruasi Aman Terkendali :
Pimpinan KSB menyatakan situasi terkndali, seluruh komponen penolong, masuk lapangan membuat barisan sembari bernyanyi tentang Kampung Siaga Bencana (KSB) dan selanjutnya melapor kepada pembina upacara.

Demikian sekilas ulasan yang dapat menjadi bahan pelajaran bagi para pelaku gladi lapang diberbagai tempat di persada nusantara, terima kasih (***)

Share :

Baca Juga

Sulsel

DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah

Sulsel

Munafri Geram Data Iuran Sampah Tak Seragam, Camat dan Lurah Diminta Turun Cek Ulang di Rumah Warga

Pendidikan

Redaksi Publikasi Visitasi Perguruan Tinggi

Makassar

Maulid Nabi, Hj Umiyati Ajak Masyarakat Hadirkan Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan

Sulsel

Kota Makassar Bergemuruh, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Dibuka Menag RI

Advertorial

Dosen FT UNM Gelar Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru IGTKI Kecamatan Pattallassang, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital

Sulsel

Defile Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dilepas di Balai Kota Makassar

Sulsel

Bupati Wajo: Listrik Sawah Harus Jadi Solusi Menjaga Produktivitas Petani di Tengah Kekeringan