“Apalagi jika didukung dengan penerapan program unggulan kita yaitu integrated farming system yang menggabungkan berbagai komoditi di dalam satu areal. Tentu ini akan meningkatkan jumlah dan jenis produksi yang bermuara pada peningkatan penghasilan,” tambahnya.
Amran Mahmud berharap setelah mengikuti Pra Penas ini, baik KTNA maupun penyuluh perikanan dan pertanian, khususnya dari Wajo akan mendapatkan wawasan, metode, dan ilmu baru untuk pengembangan pertanian dan perikanan.
Dalam seremoni pembukaan, Mentan SYL menyemangati para anggota KTNA. “Tujuan kita berkumpul hari ini adalah emosional, hati, dan tekad bahwa Indonesia akan bertahan besok dalam krisis apa saja karena kita ada mendukungnya,” ucap Mentan SYL.
Melalui Pra Penas ini, Mentan SYL juga meminta kepada para kepala daerah baik, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memperbaiki lumbung pangan masing-masing.
“Sekali lagi, atas nama Bapak Presiden (Joko Widodo), saya minta kepada para gubernur, bupati, dan wali kota agar turun tangan untuk memperbaiki lumbung pangan masing-masing. Maksimalkan segala potensi yang ada, maksimalkan KTNA, juga ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp100 triliun, termasuk DAK (dana alokasi khusus) dari Kementan, manfaatkan untuk itu. Mari kita jaga ketahanan pangan nasional,” ucapnya. (saf)
Editor: Manaf Rachman
















