Tidak hanya itu, beberapa Demisioner Ketua PD IPM Wajo tentu saja hadir pada kegiatan tersebut.
Hari ini adalah Momentum yang tepat untuk melakukan Evaluasi secara mendalam atas semua yang adik-adik kerjakan selama estapet kepempinan yang kita cintai ini.
“Dinamika dalam berorganisasi, yaitu tidak gampang baper, selalu siap menerima kritik dan saran, selalu tanamkan bahwa pengkritik berarti teman berpikir.” Ujar Muh. Arfi Amin selaku Ketua PD IPM Wajo 1994-1996.
Resepsi Milad kali ini dirangkaikan dengan Dialog Sejarah IPM Wajo yang mengangkat tema Restorasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Dialog ini tidak hanya berfokus kepada sejarah. Akan tetapi, bagaimana kemudian senior IPM yang tergolong Ayahanda, memberikan nasehat kepada kader IPM. Dan senior yang masih tergolong Kakanda, berbicara bagaimana agar IPM di Kabupaten Wajo ini, tidak mati. Jadi singkatnya, yang tua berbicara refleksi gerakan, yang muda berbicara arah gerakan.
Muhammadiyah mencetak 3 Kader, yakni Kader Persyarikatan, Umat dan Bangsa. Jika hari ini ada 50 Kader, besok tinggal seperdua. Berarti kader tersebut terbagi, seperdua menjadi kader persyarikatan, seperduanya lagi bisa saja menjadi kader umat ataupun kader bangsa. Jadi, Muhammadiyah tidak pernah kehilangan kadernya.” Tutup Muh. Arfi Amin dalam komentarnya.(SAF)
Editor: Ismail Asnawi
















