“Bagaimana mas sudah ada NIBnya, belum? Sudah ada? Mantap. Apa yang bisa kami bantukan, Pak? Sepertinya kekurangan kursi, saya koordinasikan segera dengan Disdag,” ungkapnya.
Yang tidak kalah berkesan bagi Fatmawati di lorong ini adalah produktifitas unit Usaha Peningkatan Penghasikan Keluarga (UP2K) binaan TP PKK. Usaha rumah tangga ini fokus memproduksi kulit pangsit.
Tidak hanya itu, budidaya tanaman seperti Kale, Kangkung dengan sistem hidroponik juga menarik perhatiannya. Begitu juga dengan aneka reptil seperti Iguana dan kadal peliharaan warga.
“Itu semua potensi yang dimiliki lorong ini, sekarang tinggal bagaimana dikembangkan. Kita akan koordinasikan lebih lanjut nanti,” tutupnya.(jk)
Editor: Ismail Asnawi
















