“Kami ucapkan terima kasih telah menjadikan PDAM Kota Makassar sebagai tempat kunjungan. Insya Allah kami siap berbagi informasi terkait data yang dibutuhkan,” jelas Beni.
Menanggapi pertanyaan dari tim Pansus tersebut, Beni Iskandar mengungkapkan bahwa sepanjang berdirinya PDAM Kota Makassar belum pernah mendapatkan penyertaan modal kecuali saat pendirian dan saat penghapusan utang di jaman Pak Jusuf Kalla menjabat Wakil Presiden.
“Alhamdulillah, kami dapat mandiri dan dapat menyetorkan PAD ke Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.
Selanjutnya, Beni juga menambahkan bahwa, untuk golongan MBR ada tarif tertentu yang diberlakukan. “Kami berlakukan beberapa kategori tarif, untuk MBR itu tarif khusus yang murah termasuk untuk kategori sosial kami ada tarif tersendiri dan ini dapat dijadikan rool model di Sumenep,” tutupnya.
Diakhir acara dilaksanakan sesi foto bersama dan pemberian cendramata sebagai kenang-kenangan atas kunjungan ke PDAM Kota Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















