Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menambahkan bahwa penghentian TV analog ini akan memberikan manfaat yang banyak.
“Masyarakat akan memperoleh kualitas siaran yang lebih baik, kualitas audio, dan visual seperti layar lebar. Jumlah channel juga menjadi lebih banyak. ASO akan memacu pertumbuhan konten lokal, serta dapat mendukung industri elektronik dalam negeri seperti industri televisi dan STB [set top box],” imbuh Mahfud.
Migrasi TV analog ke digital ini merupakan program yang digalakkan pemerintah melalui Kominfo. Dalam pelaksanaannya, ASO dilakukan secara bertahap ke 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Disebut bertahap karena dalam proses peralihan ini, masyarakat perlu mengganti alat konversi sinyal nya ke digital menggunakan Set Top Box (STB).
Dari jumlah tersebut, 222 wilayah akan melakukan migrasi ke TV digital pada 2 November 2022.
Agar pelaksanaan ASO bisa selesai sesuai target, pemerintah turut mengambil peran dengan membantu mendistribusikan STB secara gratis ke daerah-daerah terdampak.
Saat ini, disebutkan Mahfud MD, per 1 November progress distribusi ASO sudah mencapai 98,7 persen khusus di wilayah Jabodetabek. Dari total 5,6 juta calon penerima STB, 4,3 jutanya disediakan langsung oleh penyelenggara multiplexing, dan sisanya pemerintah yang menyediakan.(*)
















