Home / Sulsel

Senin, 21 November 2022 - 06:59 WIB

BAZNAS – FKMM Penyunatan Massal Anak Kaum Dhuafa

Ketua BAZNAS Kota Makassar mengemukakan, salah satu program lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya tahun 2022 ini adalah, menyunat 1000 anak dari keluarga dhuafa, atau keluarga kurang mampu.

Jika dihitung hitung, sebenarnya sekali sunat menggunakan laser, membutuhkan biaya sekitar Rp1.500.000 hingga Rp2000.000. Tetapi, para orang tua tidak perlu membayar, karena seluruh biaya ditanggung oleh BAZNAS Makassar.

“Selain gratis, setiap anak yang disunat, BAZNAS Makassar juga memberikan mereka sarung dan biaya transpor bagi anak anak bersama orang tua,” ujarnya, seraya menambahkan, tenaga medis yang didatangkan khusus dari Rumah Sehat BAZNAS yang tentunya berpengalaman dan profesional.

Baca Juga:  Muktamar As'adiyah XV Dihadiri Wapres, Gubernur Sulsel Beber Perjuangan Pemkab Wajo Kembangkan Sutera

Menyinggung asal dana BAZNAS Makassar dalan kegiatan sunatan gratis tersebut, ATM—sapaan akrab H.Ashar Tamanggong, berasal dari zakat,infak, dan sedekah (ZIS) yang diberikan dari para Muzakki Kota Makassar.

“Jadi, sebenarnya seluruh biaya sekaitan dengan sunatan gratis ini berasal dari para Muzakki di Kota Makassar, termasuk para PNS se Kota Makassar, karyawan, para aparat kepolisian, para pengusaha, dan perorangan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mempercayakan dan memberi amanah kepada BAZNAS Kota Makassar,” urainya.

Baca Juga:  Jadi Narasumber Talk Show Womenpreneur, Ketua PKK Wajo Harap Wanita Bisa Lebih Mandiri

Seperti diketahui, berbagai program unggulan BAZNAS Kota Makassar tahun 2022 lainnya di antaranya, bantuan konsunti f bulanan berupa sembako dan uang tunai, renovasi rumah, biaya kesehatan, jumat berkah,beasiswa mulai SD, SMP, MIN, MTsN, MAN, hingga S1 dan S2, serta belajar di luar negeri .

Program lainnya adalah, Saudagar Tangguh Baznas yang dikemas dalam bentuk Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Jenis bantuan ini, setidaknya karena kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kecakapan meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. (*)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hadiri Wisuda Santri BKPRMI, Bupati Takalar Wajibkan Sertifikat TK-TPA Masuk ke Jenjang SMP

Sulsel

Wali Kota Munafri Dampingi Menhaj RI Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Makassar

Sulsel

KSN dan LLI Sulsel Bersatu dalam Semangat Sehat

Sulsel

Wali Kota Munafri Resmikan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu” Makassar

Sulsel

Jelang Jambore Nasional, Bupati Daeng Manye Berikan Motivasi ke Kontingen Kwarcab Takalar

PWI

PWI Sulsel dan Pomdam XIV/Hasanuddin Jajaki Kolaborasi

Sulsel

Wali Kota Munafri Buka dan Meriahkan Turnamen Padel Purna Praja Sulsel

Makassar

Tagana Kompi FDK UIN Alauddin Makassar Resmi Ditutup, Lahirlah Generasi Muda Tangguh Bencana