Dari berbagai program yang dipaparkannya, di antaranya mendorong perubahan IAI As’adiyah menjadi UIA, meningkatkan penghasilan atau gaji karyawan dan guru, pemberdayaan santri dan alumni, serta program lainnya di berbagai sektor.
“Ke depannya, bersama pengurus yang terbentuk, kita akan berlari kencang dan bergerak bersama. Insyaallah dalam kurun waktu satu tahun, kita akan membawa perubahan wajah As’adiyah. Dalam tiga bulan saya berjanji akan meningkatkan gaji karyawan dan guru dengan berkomunikasi dengan yayasan,” tutur Nasaruddin.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini juga menuturkan bahwa perhatiannya selama ini kepada As’adiyah bukanlah merupakan ambisi menjadi ketua umum. “Demi Allah, ini semua karena kecintaan saya kepada As’adiyah. Saya tidak akan jadi apa-apa tanpa As’adiyah,” tegasnya,
Ketua steering committee Muktamar As’adiyah XV, A.G. Prof. Abustani Ilyas memuji Bupati Wajo yang menurutnya memiliki perhatian kepada semua, termasuk untuk As’adiyah. “Kalau masuk-ki’ di Wajo, tidak akan lapar ki’. Bukan hanya dibuat kenyang, bahkan diberikan juga oleh-oleh,” ungkap Abustani.
Abustani juga mengaku bahwa Muktamar As’adiyah XV merupakan muktamar termegah yang pernah ada karena menghadirkan banyak pejabat.
Ketua panitia Muktamar As’adiyah XV, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Wajo bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, jajaran TNI, Polri, para anregurutta, para panitia, donatur dan sponsor, para alumni As’adiyah, serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan muktamar ini.(Saf)
Editor: Manaf Rachman

















