Home / Tak Berkategori

Jumat, 20 Januari 2023 - 08:21 WIB

Catatan Menjelang Pemilihan Ketua Umum PSSI

IGK Manila Pencinta sepak bola, Gubernur Akademi Bela Negara (ABN), anggota merangkap Sekretaris Majelis Tinggi Partai NasDem

IGK Manila Pencinta sepak bola, Gubernur Akademi Bela Negara (ABN), anggota merangkap Sekretaris Majelis Tinggi Partai NasDem

MEDIASINERGI.CO — KEPUTUSAN Mochamad Iwan Bule Iriawan untuk tidak mencalonkan diri lagi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 16 Februari 2023 akan datang dan wajib disambut baik dan bijak.

Baik karena itu menunjukkan karakter beliau sebagai seorang kesatria. Bijak karena beliau berpandangan ke depan tentang penyegaran bagi sepak bola Indonesia.

Bursa calon sejauh ini sudah mendapatkan dua nama sebagai calon ketua; Erick Thohir dan La Nyalla Mattalitti. Lalu, ada satu nama lagi, Ratu Tisha Destria, yang mendaftar sebagai calon wakil ketua umum. Ketiganya bukan orang baru dalam kancah sepak bola.

Erick yang saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah malang melintang dalam dunia sepak bola internasional ataupun nasional. Sementara itu, La Nyalla, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pernah menjabat Ketua Umum PSSI 2015-2016.

Baca Juga:  Catatan Catatan Tahun 2022 PWI Pusat

Ratu Tisha ialah perempuan pertama yang menjadi Sekjen PSSI dan Wakil Presiden ASEAN Football Federation (AFF).Singkat kata, dari segi figur, kita tidak perlu meragukan latar belakang dan kapasitas para calon. Mereka ialah orang-orang yang sudah paham sepak bola dan memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi sepak bola. KomitmenHal pertama yang menjadi catatan saya ialah soal komitmen, janji jiwa untuk benar-benar berbuat, memperbaiki kondisi persepakbolaan Tanah Air.

Tragedi Kanjuruhan dan baru-baru ini kegagalan di Piala AFF ialah dua preseden yang harus dipertimbangkan siapa pun yang terpilih bahwa keduanya tidak akan terulang lagi.Dua preseden itu pada dasarnya berhulu pada dua hal; soliditas dan efektivitas struktur PSSI dan pembinaan. Tragedi Kanjuruhan tidak akan terjadi jika struktur PSSI berkomitmen untuk bekerja sebagai tim yang kohesif, menjalankan standar-operasional dan prosedur, serta berorientasi pada kinerja. Tragedi itu tidak akan terjadi jika terdapat komitmen yang kuat untuk berkoordinasi dan berpegang pada safety and quality assurances sebagai tujuan kerja.

Baca Juga:  Catatan Jelang Peringatan HPN dan HUT PWI

Sementara itu, terkait dengan kegagalan dalam Piala AFF sebagai pencinta sepak bola yang kini lebih banyak mengikuti perkembangan hanya melalui media massa, saya melihat betapa komitmen kita untuk pembinaan berkala dan terus-menerus perlu diperkuat. Kualitas tidak bisa dikejar dengan jalan pintas. Setahu saya, negara mana pun dunia, termasuk ASEAN, yang berhasil membangun sepak bola mereka berkomitmen menjalankan pembinaan dengan berbagai cara.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hingga September 2026, Pemkot Makassar Kuasai PSU 221 Perumahan Senilai Rp6,93 Triliun

Kalimantan Utara

Buka Jalur Ekspor Surabaya, Kaltara-Jatim Pacu Ekonomi Lewat Transaksi Rp2,01 Triliun

Sulsel

Munafri Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga
Perluas Penerima Iuran Sampah Gratis, Munafri Sasar 1808 Tambahan Rumah di Mariso

Kalimantan Utara

Antisipasi Puncak Karhutla, Gubernur Kaltara Tingkatkan Komitmen Pengawasan Bersama Pemerintah Pusat

Kalimantan Utara

Kepedulian di Tengah Duka Warganya, Gubernur Kaltara Doakan Almarhum Efendi dan Kuatkan Keluarga

Sulsel

Buka Muscab HNSI Makassar, Munafri Tegaskan Perhatian Pemkot pada Ekonomi Pesisir

Sulsel

DPRD Wajo Gelar Paripurna Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp90,9 Miliar