Selain itu, menurut Anwar yang juga penulis buku socialmedia politika, melihat brand ini merupakan hasil dari kejelihan Wali Kota makassar dalam melihat potensi dasar kota yang juga sudah hadir dengan lorong wisatanya dan ini tentu sudah sangat nyambung.
Walaupun brand baru ini sudah ditanggapi positif, namun jumlah percakapan masih kurang jika ukuranya tingkat nasional, harusnya Pemkot Makassar melakukan upaya maksimal dalam marketing supaya brand baru ini bisa jadi trending nasional, karena program ini dianggapan berhasil apabila mampu menarik lebih banyak orang luar datang ke Makassar untuk menikmati kuliner khas Makassar dan ini harus dilakukan dengan kampanye media sosial ditingkat nasional.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















