MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Komitmen Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan dalam membina dan mengembangkan talenta peserta didik kembali membuahkan hasil membanggakan.
Sejumlah siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berhasil melaju sebagai finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman mengatakan, keberhasilan para siswa tersebut merupakan buah dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak.
“Prestasi ini adalah buah dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan kerjasama semua pihak,” ujar Achi Soleman, Rabu 29 Juli 2026.
Lanjut dia, peran pihak Sekolah yakni guru, orang tua, pembimbing, pelatih, praktisi seni hingga pemerintah Kota. Menurutnya, memiliki peran penting dalam mengantarkan para peserta didik hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Pembinaan siswa tidak berhenti setelah lomba tingkat kota selesai, tetapi terus mengawal para juara melalui berbagai pelatihan dan pendampingan agar mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Achi.
Dijelaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan peserta didik di Kota Makassar tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik.
Tetapi juga pada pengembangan seni, kreativitas, budaya, karakter, serta berbagai potensi nonakademik.
Selain itu, para siswa yang berhasil menembus tingkat nasional sebelumnya harus melewati proses seleksi secara berjenjang.
Tahapan tersebut dimulai dari tingkat satuan pendidikan, kecamatan, Kota Makassar hingga seleksi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
“Nama-nama peserta yang lolos sebagai finalis nasional kemudian diumumkan secara resmi oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pengumuman Nomor 1459/B/H3/PN.00/2026,” jelasnya.
Achi menyampaikan, bagi Pemerintah Kota Makassar, capaian tersebut bukan sekadar prestasi dalam sebuah ajang perlombaan.
Keberhasilan para pelajar menjadi gambaran dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan oleh sekolah bersama Dinas Pendidikan.
Menurutnya, pembinaan dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga mempersiapkan mental dan kepercayaan diri siswa agar mampu tampil maksimal ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Setelah pelaksanaan FLS3N tingkat Kota Makassar, para juara mendapatkan pembinaan lanjutan melalui program training center,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Achi menilai keberagaman cabang yang berhasil ditembus tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan talenta peserta didik telah berjalan secara sistematis di berbagai satuan pendidikan.
Ia menuturkan, dalam proses tersebut, peserta memperoleh pelatihan teknis sesuai cabang lomba yang diikuti.
Mereka juga mendapatkan pembinaan mental bertanding, pendampingan dari guru pembimbing dan praktisi seni, hingga simulasi penampilan.
Seluruh proses tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi tahapan seleksi di tingkat Provinsi hingga nasional.
Pola pembinaan tersebut menjadi bagian dari strategi Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam memastikan peserta didik yang memiliki potensi tidak berhenti pada capaian di tingkat lokal.
“Para siswa yang telah menunjukkan prestasi kemudian terus diberikan ruang untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, mampu membawa nama Makassar di level yang lebih tinggi,” katanya.
Achi juga menjelaskan, berdasarkan daftar finalis tingkat nasional, Kota Makassar berhasil mengirimkan sejumlah wakil pada beberapa cabang lomba FLS3N 2026, baik untuk jenjang SMP maupun SD.
Pada jenjang SMP, perwakilan Kota Makassar berasal dari tiga satuan pendidikan. Selain itu, UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar berhasil melaju pada cabang Ansambel Campuran 3 Alat Musik.
Selanjutnya, UPT SPF SMP Negeri 22 Makassar menjadi wakil Makassar pada cabang Ilustrasi, sedangkan UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar berhasil lolos pada cabang Mendongeng.
Sementara itu, pada jenjang SD, Kota Makassar juga berhasil menempatkan wakil pada sejumlah cabang seni.
Peserta didik SD Telkom Makassar melaju pada cabang Menyanyi Solo dan Tari.
Adapun UPT SPF SD Negeri Komp Sambung Jawa berhasil menjadi wakil Makassar pada cabang Pantomim.
“Capaian tersebut memperlihatkan bahwa potensi peserta didik Makassar tersebar pada beragam bidang seni,” tuturnya.

















