“Mulai dari musik, seni rupa, sastra dan keterampilan bercerita hingga seni pertunjukan,” sambung Achi.
Dia menegaskan bahwa pengembangan prestasi peserta didik akan terus dilakukan secara menyeluruh.
Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan siswa dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga membentuk generasi yang kreatif, inovatif, berkarakter, memiliki dan potensi diri.
Dikatakan, FLS3N menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan tersebut.
Melalui proses kompetisi, para siswa tidak hanya belajar mengenai teknik di bidang seni yang mereka tekuni.
“Mereka juga belajar membangun disiplin, keberanian tampil, kerja sama, sportivitas, konsistensi dan kemampuan menghadapi tekanan dalam sebuah kompetisi,” imbuh Achi.
Hal tersebut menjadi alasan Dinas Pendidikan memberikan pendampingan secara berkelanjutan setelah siswa meraih prestasi di tingkat Kota Makassar.
Pendampingan tidak berhenti pada pengumuman juara, para peserta yang memiliki peluang melaju ke tingkat lebih tinggi langsung dipersiapkan melalui pelatihan dan simulasi agar memiliki kesiapan teknis maupun mental.
Pola tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar membangun sistem pembinaan prestasi.
Sinergi antara lintas sektor, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, guru, orang tua, pelatih, praktisi seni dan masyarakat diharapkan dapat semakin memperluas ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda Makassar.
Keberhasilan enam wakil Makassar yang melaju ke tingkat nasional pun diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah lain untuk terus mengidentifikasi dan mengembangkan potensi peserta didiknya.
“Kami juga mengimbau agar para guru dan sekolah tidak hanya berfokus pada siswa yang telah memiliki prestasi, tetapi memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk menemukan bidang yang menjadi kekuatan masing-masing,” pesan Achi.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, optimistis akan semakin banyak pelajar Makassar yang mampu tampil dan berprestasi pada kompetisi tingkat nasional, bahkan internasional.
Bagi Pemerintah Kota Makassar, prestasi para pelajar tersebut bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.
Sebaliknya, capaian di FLS3N menjadi titik awal untuk membangun pembinaan yang lebih kuat sehingga lahir generasi emas Makassar yang kreatif, inovatif, berbudaya, berkarakter dan siap bersaing di masa depan.
Prestasi yang diraih para siswa juga menjadi pesan bahwa investasi pendidikan tidak hanya berbicara tentang fasilitas dan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah memberikan ruang, pendampingan dan penghargaan kepada anak-anak yang memiliki talenta.
“Dengan dukungan tersebut, anak-anak Makassar diharapkan tidak hanya mampu menjadi juara dalam berbagai kompetisi, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang percaya diri,” tutupnya.
Apresiasi terhadap capaian para pelajar tersebut juga datang dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Di mana, Pemerintah Kota Makassar memberikan perhatian khusus terhadap siswa-siswi yang mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi di tingkat nasional.
“Sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi, Pemkot Makassar berkomitmen memberikan beasiswa prestasi kepada peserta didik yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional,” tutur Appi.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan kepada para pelajar agar tidak ragu mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.
Bagi Munafri, keberhasilan pelajar Makassar di ajang nasional merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kota Makassar.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi salah satu indikator bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dapat dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik berkembang dalam bidang seni, kreativitas dan karakter.
“Pemermtah Kota Makassar akan terus hadir mendukung anak-anak kita yang berprestasi. Mereka adalah aset daerah dan calon pemimpin masa depan,” jelasnya.
“Prestasi harus dihargai, salah satunya melalui pemberian beasiswa sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar terus berkarya serta mengharumkan nama Makassar di tingkat nasional maupun internasional,” sambung Munafri.
Menurut Appi, pemberian apresiasi kepada pelajar berprestasi juga penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendorong anak-anak berani mencoba, berkompetisi dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
“Dengan prestasi yang diraih siswa tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun sekolah, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















