Home / Sulsel

Rabu, 22 Februari 2023 - 21:04 WIB

Direksi PDAM Hadiri RDP dengan DPRD Makassar soal Dana Pensiunan

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Makassar, H. Asdar Ali, Menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota DPRD Makassar, Rabu 22 Februari 2023

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Makassar, H. Asdar Ali, Menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota DPRD Makassar, Rabu 22 Februari 2023

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — DPRD Kota Makassar mengundang Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), untuk menindaklanjuti surat dari LSM Laskar Merah Putih (LMP) Perwakilan Sulsel.

Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Makassar, Erick Horas didampingi beberapa anggota dewan lainnya, Muchlis Misbah, Ari Ashari Ilham, Budi Hastuti dan lainnya.

Erick mengatakan dalam sambutannya bahwa polemik seputar belum cairnya dana pensiunan pegawai PDAM Makassar yang bersoal dengan pihak asuransi Bumiputera 1912 sebagai tempat asuransi para pensiunan PDAM Makassar.

Direktur Tehnik PDAM Makassar, H. Asdar Ali menyampaikan bahwa data dari actuaria semacam KAP dari Bumiputera, dana pensiunan PDAM Makassar sebesar kurang lebih Rp. 80 Milyar di tahun 2019 dan masih tersimpan di Bumiputera.

Selain itu Asdar menambahkan bahwa, Direktur Utama dan Dirtek bersama Lawyer PDAM Makassar juga sudah bertemu dengan pimpinan pusat AJB Bumiputera 1912 serta perwakilan pemegang polis dari asuransi Bumiputera 1912, di Kantor Bumiputera Jakarta, Senin 20 Februari 2023.

Mereka menjanjikan dalam waktu dekat solusi soal polemik pembayaran dana pensiunan pegawai PDAM Makassar yang tersimpan dan belum terbayarkan.

“Ijin dari OJK sudah ada untuk menghitung dana pemegang polis yang akan dibayarkan. Semoga dalam waktu dekat akan segera mereka berikan kepada PDAM Makassar,” ungkap Asdar.

Sementara itu, Kanwil Sulawesi Selatan sebagai perwakilan Bumiputera, Aslim mengatakan memang saat ini sementara ada perhitungan dari pusat soal pembayaran asuransi dari pensiunan pegawai PDAM Makassar. Dan kami juga berharap polemik ini segera diselesaikan walaupun memang ada hitung-hitungan dari Tim Actuaria Bumiputera.

Sedangkan Hj. Muliati sebagai anggota dewan menyampaikan bahwa Bumiputera harus bertanggungjawab atas kejadian ini karena mereka sudah menunggu lama untuk dibayarkan.

Lanjut Muchlis Misbah menyampaikan pihak LMP juga harusnya kritis terhadap Bumiputera karena dana pensiunan ada disana bukan di PDAM.

“Jadi sekali-kali LMP juga menduduki Bumiputera karena disana dananya tersimpan,” jelas Muchlis.

Pensiunan PDAM Makassar yang diwakilkan Ketua LBH LMP, Wahyuddin menyampaikan bahwa temuan BPK Sulsel sebenarnya masih memberi ruang kepada PDAM, karena LHP BPK hanya menyampaikan tentang kelebihan pembayaran yang dilakukan ke Bumiputera.

“Bukan dilarang membayar premi tapi karena adanya kelebihan pembayaran atau over anggaran. Jadi mohon bantuannya supaya dana pensiunan dapat dibayarkan segera karena sudah masuk tahun ke 4,” ujar Wahyudin.

Anggota DPRD lainnya, Aswar, ST menyampaikan agar semua pihak antara pensiunan PDAM dan LMP Sulsel untuk tetap mengawal ini, agar solusi dapat segera menemukan titik terang.

Sementara Ari Ashari Ilham, meminta kepastian dari pihak asuransi Bumiputera kapan pembayaran dapat direalisasikan, karena terlalu lama menunggu.

“Jaanganmi terus janji-janji karena masalahnya sudah lama,” tegasnya.

Lain halnya dengan Syamsuddin Raga, yang mendorong agar pihak PDAM harus terus melakukan pendekatan kepada pihak Bumiputera untuk segera melakukan pembayaran kepada para pensiunannya.

Sebagai informasi, Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Makassar ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan, sebelumnya dilakukan tahun 2020. Akan tetapi belum menunjukkan hasil yang diharapkan, karena pihak asuransi Bumiputera belum memberikan jawaban pasti kapan pembayaran pensiunan akan direalisasikan kepada para mantan pegawai PDAM Makassar. Serta apresiasi kepada LMP Sulsel yang terus mengawal masalah ini.

Beni Iskandar saat dihubungi terpisah menegaskan bahwa, intinya Direksi yang ada sekarang ini tidak tinggal diam dan akan terus berusaha agar dana pensiunan pegawai pensiunan kami dapat dibayarkan oleh Bumiputera.

“Tidak ada kata mendiamkan masalah ini, pokoknya apapun upaya akan kami tempuh sampai kewajiban pembayaran hak pensiunan kami diselesaikan dengan baik oleh pihak Bumiputera,” pungkas Beni.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tak Lagi Kenal RS Tipe A-B-C, Kota Makassar Siap Terapkan Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi

Sulsel

Dampingi Wali Kota Munafri, Fasruddin Rusli Hadiri Pembukaan CFD di Jalan Rusa

PINRANG

Bupati Pinrang Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE)

PINRANG

Sejumlah Sumur Warga Dua Kecamatan di Pinrang Mengalami Kekeringan

Sulsel

Resmikan RTLH di Pattalassang, Bupati Daeng Manye Targetkan BAZNAS Takalar Terbaik di Sulsel

Sulsel

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

Sulsel

Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja

PINRANG

UPT SDN13 Pinrang Menjuarai Festival Tunas Bahasa Ibu

Tinggalkan Komentar