Pasar Tani juga dapat mendekatkan antara petani selaku produsen dengan konsumen, sehingga rantai pasar yang panjang dapat diputus dan petani memperoleh harga jual yang lebih tinggi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina mengatakan, pengembangan pasar tani di Kabupaten Gowa masih terus diupayakan khususnya dalam meningkatkan kemampuan manajemen dan memperluas jaringan pemasaran agar dapat menjadi agen pemasaran bagi petani/Poktan/Gapoktan.
“Kami terus berupaya untuk mengembangkan Pasar Tani ini dan diupayakan akan diperluas cakupan wilayahnya di sejumlah daerah di Gowa, agar bisa dijangkau oleh masyarakat yang lain,” ujarnya.
Saat ini, kata Kamsina, Pemerintah Kabupaten Gowa telah membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan fokus pada pengembangan komoditi bawang merah, cabai, keriting, cabai rawit dan cabai merah besar.
“Karena memang, komoditi seperti cabai, bawang merah dan lainnya itu merupakan komoditi kebutuhan sehari-hari masyarakat sehingga berpotensi meningkatkan inflasi di daerah. Dari hasil produksi tersebutlah dipasarkan melalui Pasar Tani untuk memperpendek mata rantai pemesanan dari produsen ke konsumen sehingga harga yang diterima kedua belah pihak sama-sama untuk,” ungkap Kamsina.
Pada pembukaan Pasar Tani ini juga turut dihadiri perwakilan unsur Forkopimda dan juga instansi terkait.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















