Sementara pada sesi pemaparan materi, Arham selaku narasumber mengatakan daya guna zakat diharapkan dirasakan dalam segala sektor, mulai pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hingga ke tahap RT/RW akan di adakan Badan Amil Zakat.
“Dengan demikian, kesenjangan sosial dapat diminimalisir jika masyarakat paham terkait pengelolaan dan mengeluarkan zakat sesuai tuntunan agama,” ujarnya.
Sementara itu, Abdul Jurlan selaku narasumber kedua mengatakan potensi zakat di Makassar itu Rp. 1,4 Triliun. Jika dibagi jumlah warga miskin di Makassar, maka tidak ada lagi warga miskin.
Hanya saja, tahun 2022 Baznas Kota Makassar hanya mampu
menghimpun zakat sebanyak Rp. 30 Milyar masih jauh dari angka yang diharapkan.
“Perhatian kita dalam hal mengeluarkan zakat masih sangat minim. Berbagai upaya telah kami lakukan, kendala yang kami hadapi terus diminimalisir,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















