Padahal, biasanya itu dilakukan di wilayah luas, tetapi di Makassar dilakukan di lorong-lorong. Makanya Longwis kini menjadi ruang produktif dan etalase kota, beda dengan sebelumnya.
Dari situ ekosistem pun terbentuk, termasuk digitalisasi dibuat dimasukkan ke big data Metaverse, seperti ada QR Code untuk penduduk, data pribadi, digital address, medical record, financial record, semuanya. Rumah-rumah dibuat tiga dimensi, mengukur tingkat sosial sehingga ada mitigasi sosial, social caring dan social sharing.
Efek positif terhadap program ini pun membuat Presiden RI Joko Widodo senang. Lantaran harga komoditi pokok di Makassar terbilang stabil.
“Pak Presiden pekan lalu ke Makassar dan menanyakan harga-harga, termasuk harga cabai. Pak Presiden sampaikan harga cabai di Makassar Rp. 40 ribu per kg itu bagus sekali dibandingkan dengan Jakarta sampai Rp. 90 ribu. Jadi Pak Presiden katakan tidak perlu khawatir,” jelas Danny.
Meski begitu, ia mengaku agar tidak cepat berpuas diri. Pasalnya kinerja-kinerja terus dilakukan agar menekan inflasi hingga turun menjadi 4 persen.
“Dinamika dari kota besar ialah inflasi makanya kita fight terus tercatat data terakhir inflasi Makassar 5,9 persen kita targetkan menjadi 4 persen,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















