Home / Sulsel

Kamis, 6 April 2023 - 21:14 WIB

Bentuk Lorong Wisata, Danny Pomanto : Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan Tekan Inflasi di Makassar

Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, Menghadiri Speak After Lunch Inews, di Jakarta, Kamis 6 April 2023

Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, Menghadiri Speak After Lunch Inews, di Jakarta, Kamis 6 April 2023

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Gagasan Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto membentuk Lorong Wisata (Longwis) di 15 Kecamatan se-Kota Makassar terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi.

Dengan program longwis ini mensupport pertumbuhan ekonomi di Makassar mencapai 5,40 persen dari sebelumnya 4,47 persen.

Selain itu, inflasi di Makassar juga turun berdasarkan data BPS Kota Makassar bahwa sejak November tahun lalu mencapai 5,99 persen lalu turun mencapai 5,72 persen pada Februari 2023.

Danny Pomanto mengatakan pandemi memberi kesempatan Pemkot Makassar untuk me-reset kembali ekonomi, sehingga memulainya dengan ekonomi mikro berbasis lorong atau UMKM.

“Program kami namakan lorong wisata, ada 5.000 lorong. Tahun lalu 1.096 dan tahun ini targetnya 1.000 lorong. Itu tidak lain untuk membangkitkan ekonomi mikro. Jika dimulai dari mikro maka kita akan sekaligus kerjanya karena termasuk menekan gini ratio atau kesenjangan ekonomi,” ujar Danny Pomanto, di sela-sela acara Speak After Lunch Inews, di Jakarta, Kamis 6 April 2023.

Klaster-klaster ekonomi dengan lorong wisata itu memperkuat ekonomi, apalagi di dalamnya juga ada budidaya lobster, tanaman, UMKM dan banyak hal lain.

“Di longwis inilah saya ajak masyarakat menanam sejumlah komoditi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini sejalan dengan kebijakan pusat untuk memerangi inflasi dan food security. Termasuk menguatkan hubungan sosial masyarakat karena adanya kerja sama di lorong,” kata Danny.

Padahal, biasanya itu dilakukan di wilayah luas, tetapi di Makassar dilakukan di lorong-lorong. Makanya Longwis kini menjadi ruang produktif dan etalase kota, beda dengan sebelumnya.

Dari situ ekosistem pun terbentuk, termasuk digitalisasi dibuat dimasukkan ke big data Metaverse, seperti ada QR Code untuk penduduk, data pribadi, digital address, medical record, financial record, semuanya. Rumah-rumah dibuat tiga dimensi, mengukur tingkat sosial sehingga ada mitigasi sosial, social caring dan social sharing.

Efek positif terhadap program ini pun membuat Presiden RI Joko Widodo senang. Lantaran harga komoditi pokok di Makassar terbilang stabil.

“Pak Presiden pekan lalu ke Makassar dan menanyakan harga-harga, termasuk harga cabai. Pak Presiden sampaikan harga cabai di Makassar Rp. 40 ribu per kg itu bagus sekali dibandingkan dengan Jakarta sampai Rp. 90 ribu. Jadi Pak Presiden katakan tidak perlu khawatir,” jelas Danny.

Meski begitu, ia mengaku agar tidak cepat berpuas diri. Pasalnya kinerja-kinerja terus dilakukan agar menekan inflasi hingga turun menjadi 4 persen.

“Dinamika dari kota besar ialah inflasi makanya kita fight terus tercatat data terakhir inflasi Makassar 5,9 persen kita targetkan menjadi 4 persen,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Panen Prestasi, Kabupaten Wajo Raih Juara II Kirab Swasembada Pangan Tingkat Provinsi

PINRANG

Siswa UPT SDN 240 Pinrang Raih Prestasi di Ajang Bazar dan Dakwah Keliling DMI x IDM

PINRANG

Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan dan Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pinrang

PINRANG

Sekda Pinrang Calo Kerrang, Bidan Memiliki Peran Strategis dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Sulsel

Buka CFD di Jalan Rusa, Munafri: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Sulsel

Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Munafri Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama

PINRANG

Bupati Pinrang, Penanganan Sampah Tidak Hanya Berorientasi pada penilaian Adipura

SOPPENG

Bupati Soppeng, Investor Bakal Kucurkan Rp 164 Milyar Untuk Pabrik Pala

Tinggalkan Komentar