Sementara untuk prosesi perkawinan adat Bugis, Andi Fasdillah menyampaikan selama 2 minggu anak-anak kami didampingi wali kelas dan fasilitator telah mempersipkan kegiatan ini. “Jadi setiap kelas masing-masing ada tugasnya,” ungkapnya.
Untuk kedua mempelai sendiri, kami melibatkan siswa kelas X. Dimana mempelai laki-laki bernama Muhammad Farel Azzaky yang merupakan kelas X (7). Sedangkan mempelai perempuan bernama Siti Sahrani dari kelas X (11).
Lanjut Andi Fasdillah menjelaskan, dalam prosesi pernikahan adat Bugis hari ini, ada beberapa rangkaian acara, diantaranya Mammanu-manu, Ma’duta, Mappetuada, Mappasili, Mappacci, Khatam Al-Qur’an, Mappenre Botting/Akad, Mappasikarawa/Memohon Doa Restu dan Mapparola.
Demi kelancaran kegiatan, kami juga melibatkan “Wedding Organizer Tetta” untuk terlibat langsung dalam prosesi pernikahan adat Bugis hari ini.
“Tentunya harapan kami dengan adanya kurikulum merdeka dan adanya kearifan lokal, anak-anak kami tetap melestarikan dan mempertahankan budaya. Dan semoga apa yang dilakukan SMAN 1 Makassar juga bisa dilakukan oleh sekolah lain, agar budaya yang ada di Sulawesi Selatan tetap terjaga,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















