“Perlu belajar dari negara lain, yang dihantui radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara sebagai mana terjadi di berbagai belahan dunia. Dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar hal tersebut.
“Sebagai salah satu wujud asbab (perbuatan) persatuan Negara Kesatuan RI ini, bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri ini,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, perlu kewaspadaan terhadap hoaks yang dapat memprovokasi dan memecah belah. “Setiap warga wajib mencegah adanya provokasi termasuk identitas SARA, hoaks serta isu lainnya yang dapat memecah bela semangat NKRI,” ucapnya.
Usai upacara kemudian menyapa peserta upacara termasuk siswa-siswi pelajar, serta melakukan foto bersama. “Salam Pancasila, NKRI Harga Mati,” sebut Andi Sudirman saat foto bersama dengan Forkopimda Sulsel.(*Natsir)
Editor: Manaf Rachman

















