“Pemkab Gowa memiliki 590 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan jumlah anggota 1.770 anggota untuk melakukan pendampingan kepada sasaran, calon pengantin, ibu hamil, dan nifas serta Baduta/Balita,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menjelaskan selama ini Bupati Gowa terus mendukung Program Pembangunan Kependudukan Keluarga Berencana dan Percepatan Penurunan Stunting.
“Terjadi peningkatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJB) selama kepemimpinan Bupati Gowa, awalnya capaian Kabupaten Gowa hanya 7,5 persen dan sekarang berada di atas 20 persen,” jelasnya.
Tak hanya itu, dirinya menyebutkan Pemkab Gowa juga telah membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di seluruh desa dan kelurahan. Selain DASHAT, inovasi lain dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Gowa yaitu, Gassing Nganre atau Gerakan Atasi Stunting dengan telur dan kelor pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) yang juga sudah diterapkan di 167 desa dan kelurahan.
“Gassing Nganre ini membentuk sistem pemberian makanan tambahan berprotein tinggi bagi sasaran baduta dan ibu hamil KEK. Penyediaan bahan pangan lokal dilakukan dengan berkolaborasi seluruh SKPD, kecamatan, desa, kelurahan, dan swasta,” tutupnya.
Sebelum meraih penghargaan Ke-184 Satyalancana Wira Karya Bangga Kencana tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya harus melewati berbagai proses dan tahapan hingga mampu meraih salah satu penghargaan tertinggi dari Presiden ini.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















