Oleh Adikmu Eddy Mulyawan Paremma’rukka
MEDIASINERGI.CO WAJO — Masih pagi benar, saya membuka Whatshapp. Dibeberapa WAG telah ramai dengan ucapan duka cita, kaget bercampur penasaran kuperhatikan ucapan duka tersebut. Tersendak sejenak, Andi Hery Manggabarani Wartawan Senior dan Senior Para Wartawan di Bumi Lamaddukelleng telah pergi meninggalkan kita semua setelah sekian lama “Berjuang” melawan penyakit yang medera tubuhnya.
Saya merenung, beberapa waktu terakhir saya begitu rindu ingin ketemu dengan Andi Heryl (Begitu kami menyapa Almarhum).
Namun selalu saja ada kesibukan yang membuat kerinduan untuk bertemu dengan Almarhum tidak dapat terwujud.
Saya pikir beberapa waktu terakhir kondisinya semakin membaik. Perasaan hati ini sedikit terhibur ketika mendengar kabar dari beberapa teman Jurnalis mengatakan sering bertemu di Warkop. Namun perasaan bersalah kembali membuncah setelah mendapat kabar dari WAG akan kepergiaan Almarhum.
Di mata saya, dan mungkin juga teman-teman Jurnalis lainnya, Almarhum adalah sosok pekerja yang sangat bersahaja. Paduan Jaket Kulit, Kemeja Kotak-kotak, Blue Jeans dan sepatu cats menjadi “Trade Mark”nya dalam menjalankan profesi jurnalisnya.
Saya secara pribadi berkenalan dengan Almarhum sekira seperempat abad yang lalu di sebuah warkop dibilangan pasar sentral Sengkang. Beliau ketika itu memperkenalkan diri sebagai Wartawan Tabloid EKSIS.
Diperkenalan “Perdana” saya dengan Andi Heryl, saya begitu terpesona dengan kebersahajaan yang dimilikinya, gaya bahasa dan “Trade Mark” yang membalut tubuhnya yang kekar ketika itu.
Pertemuan-pertemuan berikutnya saya dan Almarhum sudah begitu akrab. Keakraban ini memberi peluang bagi saya untuk mempertajam naluri jurnalistik saya.
















