Lanjut Adnan menyampaikan, setelah Jembatan Jenelata ini telah menjadi aset Pemerintah Kabupaten Gowa di tahun ini, maka pengerjaan jembatan pun baru dapat dilakukan pada 2024 mendatang. Hal ini lantaran prediksi pengerjaan jembatan membutuhkan waktu selama 10 bulan.
“Hari ini kita turun untuk melihat langsung kondisi jembatan saat ini agar kita dapat mengestimasi dan merencanakan berapa total anggaran yang dibutuhkan. Sehingga kami harap renovasi jembatan ini dapat dilakukan dengan lebih baik lagi dari kemarin,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gowa Rusdi Alimuddin mengatakan perencanaan renovasi pembangunan Jembatan Jenelata akan dimulai tahun ini. Sementara untuk proses pengerjaannya baru akan dimulai pada 2024 mendatang.
“Selain pengambil alihan aset kami juga akan membuat perencanaan pembangunan kembali terlebih dahulu. Makanya proses pengerjaan akan dimulai tahun depan,” jelasnya.
Jembatan Jenelata ini direncanakan akan dibangun dengan ukuran 6 x 60 meter dengan perkiraan anggaran mencapai Rp. 7,5 miliar. Perencanaan model jembatan sama dengan model Jembatan Esere di Kecamatan Tompobulu.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















