MEDIASINERGI.CO SENGKANG — Pada bulan Muharam, ada beberapa ibadah sunah yang bisa dikerjakan untuk mendapatkan pahala. Contohnya adalah puasa Tasua dan Puasa Asyura.
Berdasarkan laman NU Online, puasa Tasua dan Asyura dilakukan pada 9 dan 10 Muharam. Kedua puasa tersebut memiliki keutamaan dan pahala yang cukup besar.
Keutamaan dan pahala puasa Tasua dan Asyura. Salah satu pahala yang didapatkan setara dengan 10 ribu orang berhaji.
1. Pahala Setara 10 Ribu Orang Berhaji
Menjalankan puasa sunah Asyura di bulan Muharam mampu memberi banyak pahala. Salah satunya setara dengan 10 ribu orang yang berhaji.
Mengutip laman NU Online, dijelaskan bahwa keutamaan puasa selain mendapatkan pahala setara 10 ribu orang berhaji, kita akan mendapatkan pahala setara 10 ribu malaikat yang akan diberikan oleh Allah SWT kepada siapa pun yang melakukan puasa Asyura. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
“Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10 ribu malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka ia diberi pahala 10 ribu orang berhaji dan berumrah dan 10 ribu pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.” (HR. Muslim).
2. Pembeda dengan Kaum Yahudi yang Juga Berpuasa Asyura
Umat Islam dan Yahudi sama-sama mengerjakan puasa Asyura. Namun, berbeda dengan puasa sunah Tasua yang hanya dikerjakan pada 9 Muharam dan puasa 11 Muharam yang dijadikan sebagai pelengkap dan pembeda puasa Asyura 10 Muharam umat Yahudi.
Anjuran mengerjakan puasa sunah Tasua tersebut agar berbeda dengan puasa yang juga dikerjakan saat memperingati kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun yang tenggelam. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad).
















