Diingatkan, koalisi Anies punya keistimewaan soal momentum. Belum telat bagi KPP meman- faatkan kelebihan momentum ini.
“Satu-satunya kemewahan yang masih dimiliki saat ini, adalah waktu. Momentum itu diciptakan atau by design, bukan terberi atau
given. Masih ada waktu yang tersedia untuk mengejar ketertinggalan dan membalik keadaan. Salah menghitung waktu, sesal kemudian,” ingat Kamhar.
Menanggapi desakan itu, Waketum NasDem Ahmad Ali meminta Andi Arief bersabar. “Perbanyaklah sabar dan berikan- lah kepercayaan itu kepada Mas Anies. Semakin sering mendesak Mas Anies publik akan mencurigai ada maksud, ada udang di balik batu,” katanya.
Soal Cawapres Anies ini, putra tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Alm KH. Maimun Zubair pun turut berkomentar. Gus Wafi sapaan akrabnya ingin, pasangan jagoannya ada bau-bau Nahdlatul Ulama (NU). “Pokoknya orang NU, Insya Allah,” ucapnya, saat ditanya pasangan ideal Anies, usai acara
di Semarang, akhir pekan lalu.
Gus Wafi menyatakan akan membantu melalui ikhtiar lahir batin untuk Anies. “Ikhtiar dzahir batin. Insyaallah santri-santri mendoakan Pak Anies,” doanya.
Sementara Direktur Eksekutif Ormit Political Consulting, Bandot D Malera mengingatkan, Anies berpotensi dirugikan dengan penundaan deklarasi pasangannya.
“Jelas bakal kehilangan momentum. Ingat, Anies ini dipersepsikan sebagai sosok penggerak perubahan. Kalau berlamalama, artinya sama dengan yang lain,” katanya. Malera menilai, sikap NasDem yang tak ingin buru-buru menunjukkan ketidaksiapan. Padahal, sebagai parpol yang pertama deklarasi Capres, mestinya bisa pertama pula deklarasi pake capres-cawapres (**)
















