Penangan stunting dalam hal ini kemiskinan ekstrem dan juga gizi buruk merupakan salah satu program prioritas Bahtiar sebagai gubernur dalam satu tahun ke depan. Upaya yang dilakukan, Gerakan Bapak dan Bunda Asuh Anak Beresiko Stunting bagi seluruh ASN Pemprov Sulsel; optimalisasi peran posyandu melalui pemberdayaan masyarakat, pendampingan 4 sasaran intervensi yaitu calon pengantin, baduta balita, ibu hamil, ibu pasca persalinan, serta pemanfaatan sistem informasi manajemen data stunting.
Sementara, Hasto Wardoyo menyampaikan, Bahtiar yang baru menjabat tiga pekan sudah melakukan gerakan dan gebrakan program yang luar biasa dalam penanganan stunting, termasuk bersedia diangkat menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.
“Terima kasih, baru tiga Minggu menjabat tapi sudah membuat gebrakan luar biasa,” ucapnya.
“Saya apresiasi karena Bapak Gubernur langsung menjabat dan langsung juga bersedia dideklarasikan untuk menjadi Bapak dan Bunda (Sofha Marwah Bahtiar) Asuh Anak Stunting,” tandasnya.
Selain itu, di malam tersebut juga dilakukan, penandatangan nota kesepakatan antara Pemprov Sulsel dengan Pemda Kabupaten Takalar dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel tentang Penggunaan Aplikasi Informasi Data Sunting dan penandatangan dukungan bersama percepatan penurunan stunting.
Juga dilakukan penyerahan penghargaan tiga kabupaten/kota dengan prevalensi stunting terendah di Sulsel. Yakni Kabupaten Barru, Kota Makassar, dan Kabupaten Pinrang. (*r)
Editor: Manaf Rachman
















