“BPBL untuk menolong masyarakat, terutama orang tua yang tidak memiliki sambungan listrik, dan hanya tinggal sama cucunya, ” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPR RI ini mengatakan, munculnya program BPBL ini berawal dari diskusi dengan teman-teman DPR.
“Pada saat itu kami bincang-bincang, Kira-kira apa yang bisa kita berikan ke masyarakat. Akhirnya kami sepakat untuk mengusulkan BPBL, ” Ungkapnya.
Sebelumnya, Koordinator Perencanaan Transmisi Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Muhadi mengatakan, bahwa rencana penerima BPBL di Kabupaten Wajo pada tahun ini sebanyak 1.773 rumah tangga yang tersebar di 12 kecamatan.
“Sampai dengan tanggal 3 November 2023 lalu telah menyala sebanyak 1.668 sambungan rumah tangga,”
ujar Muhadi.
Usai peresmian, Bupati Wajo H. Amran Mahmud bersama Andi Yuliani Paris melakukan penyalaan lampu pertama di disejumlah rumah penerima manfaat sekaligus pengisian token listrik pertama.
Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut AYP juga menyerahkan sumbangan untuk Juara Umum MTQ se-Kabupaten Wajo.(Zah)
Editor: Manaf Rachman
















