“Sementara salah satu atraksi yang dijual di sini adalah atraksi air. Ia membutuhkan intervensi alam untuk melakukan pemulihan. Itu yang menarik bagi saya kalau kita bicara soal kegiatan hari ini. Soal jenis pohon yang ditanam,” paparnya.
Hal ini mendukung upaya menjaga keberlangsungan wisata. Membangun sistem ekonomi dan bahan pangan. Dan sukun ini punya nilai ekonomi tambahan yang sangat luar biasa. Karena itu, bisa jadi lokal food bagi turis lokal dan mancanegara.
Sedangkan untuk bunga matahari, ia menilai selain untuk lingkungan, juga menambahkan atraksi visual keindahan Rammang-rammang.
“Ini untuk visual mata. Mungkin juga akan ada beberapa jenis pohon jenis bunga seperti tabebuya itu lebih ke atraksi visual untuk mendukung atraksi alami yang sudah ada,” ujarnya.
Ia berharap, semangat dari Penjabat Gubernur sebagai pejabat transisi akan dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.
“Bapak Gubernur punya pikiran dan gagasan untuk terus menanam. Sangat disayangkan sekali, range waktunya terbatas sebagai penjabat transisi. Ketertarikan beliau terhadap tanaman luar biasa, dan pembacaannya terhadap lingkungan juga luar biasa. Kami harap akan ada orang-orang nanti yang bisa meneruskan gagasan seperti ini,” harap Iwan. (r)
Editor: Manaf Rachman
















