Ini juga merupaka salah satu upaya untuk menggalakkan kembali gerakan Makassar Tidak Rantasa (MTR) dan Lihat Sampah Ambil (LISA).
Ia ingin perilaku menjaga kebersihan tidak hanya bertumpu pada petugas kebersihan tapi masing-masing individu. Sehingga tal ada lagi masyarakat membuang sampah di sembarang tempat.
“Kita ini bersih cuma dari jam 6 sampai jam 8 pagi. Habis itu rantasa (kotor) lagi, jadi saya pikir ini bagus konten kreator punya peran untuk itu, mengedukasi masyarakat agar malu membuang sampah sembarang tempat,” ujarnya.
Danny pun juga mendorong Konten Kreator Makassar membuat sebuah asosiasi untuk melindungi, memberikan standar, hingga mengedukasi para pelaku industri kreatif yang terlibat.
“Anak-anak perlu diberi ruang, tinggal bagaimana konsolidasi,” tutupnya.
Dalam audiens tersebut turut mendampingi Kepala Diskominfo Ismawaty Nur, Kepala Dinas Pariwisata Moh Roem, dan Plt Kepala Dispora Andi Engka.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















