Dia menyebut penambahan jumlah Kementerian ini dapat disesuaikan dengan program kerja yang telah direncanakan. Dia mencontohkan jika penambahan Kementerian terjadi, salah satunya program kerja yang menjadi fokus yakni program makan siang gratis.
“Misalnya apa yang dipikirkan Pak Prabowo sekarang? Memberikan makan gratis kepada anak-anak sekolah, memberi susu gratis dan lain-lain. Nanti itu akan ditangani siapa? Apakah cukup oleh Kementrian yang ada? Atau misalnya Pak Prabowo merasa perlu ada Kementerian khusus untuk tangani masalah itu,” ujar Yusril.
“Nah itu tidak ada program pada sebelumnya, makanya Pak Prabowo bertekad untuk mempercepat pembangunan ekonomi kita, sehingga 2045 itu menjadi Indonesia emas gitu,” imbuhnya. (taa/taa)
















