Ketika menjawab pertanyaan penguji, Zainal mengatakan, model yang dirancangnya ini dapat digunakan oleh para siswa dan mahasiswa hanya menggunakan gawai (ponsel). Model ini mengombinasikan berbagai aplikasi yang ada seperti whatsapp, google, meet, facebook, dan lain-lain.
Menjawab pertanyaan penguji eksternal Prof. Dr. Ir. Andani, MT, pria kelahiran Makassar 19 Januari 1975 tersebut mengatakan, model ini dapat digunakan melalui cara pembelajaran via aplikasi youtube yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti pembelajaran di mana pun dapat mengakses internet.
Di dalam disertasinya, doktor ke-10 di jajaran Fakultas Teknik Elektro UMI ini menyimpulkan dalam disertasinya, kebutuhan model blended learning based project pada mata kuliah Material Elektrik ini cocok diaplikasikan oleh dosen pengajar, karena mudah diterapkan dan juga mempermudah proses pengajaran mahasiswa tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat.
Muh. Zainal Altim Ali mengatakan, desain model pembelajaran Blended Learning Based Project berfokus pada pengembangan aspek kemampuan berpikir kritis dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada Prodi Teknik Elektro UMI, yang didukung platform digital berupa Google Drive, Google Form, Youtube, serta aplikasi digital berupa WhatsApp, Zoom Meeting, Canva, QR-Code.
Menurut lulusan Magister Teknik Unhas 2003 tersebut, model blended learning based project pada mata kuliah Material Elektrik yang dikembangkan dinyatakan praktis yang didasarkan pada : (1) kepraktisan model pembelajaran blended learning based projct, dosen dalam pelaksanaan kegiatan awal, inti dan penutup menilai sangat positif, dan (2) respon dosen yang mencakup kelayakan model, inti materi dan aspek modul ajar, dosen merespon sangat positif. Artinya, model blended learning based project ini praktis digunakan dan mahasiswa antusias dalam mengikuti pembelajaran Material Elektrk sehingga dapat digunakan dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
















