Emas menjadi salah satu segmen bisnis ritel yang akan terus dikembangkan oleh perseroan sebagai bentuk literasi investasi keuangan syariah, terutama untuk anak-anak muda. Hal ini pun diharapkan mengurangi efek yang ditimbulkan dari maraknya pinjol (pinjaman online) dan judi online di kalangan anak muda.
“Nanti jika anak muda punya kebutuhan dana mendesak, bisa menggunakan layanan gadai emas di Bank Syariah Indonesia,” kata Anton.
Karena itu untuk kemudahan akses bisnis emas BSI, saat ini perseroan memiliki beberapa layanan produk emas online melalui aplikasi BSI Mobile. Di antaranya reservasi gadai emas, perpanjangan dan Top Up gadai emas, serta pembiayaan cicil emas yang bisa diakses di manapun dan kapanpun.
Melihat tren kenaikan harga emas, Anton pun mengatakan bisnis emas perseroan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada posisi Mei 2024, bisnis emas di BSI mencapai Rp8,5 triliun atau tumbuh 37,42% year on year /yoy. Pertumbuhan bisnis emas di BSI lebih didominasi oleh investasi emas dalam bentuk pembiayaan cicil emas BSI dengan pertumbuhan mencapai 89,88% yoy.
“Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi terhadap emas sebagai instrumen investasi masih sangat tinggi. Emas tetap menjadi pilihan investasi yang diminati masyarakat karena sifatnya yang safe-haven dan kemampuannya untuk melindungi nilai aset dari inflasi,” tutupnya.(int)
















