MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof. Dr. Abd. Rasyid Masri, S.Ag, M.Pd, M.Si, MM, secara resmi membuka pembekalan peserta PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) Program Studi Kesejahteraan Sosial. Acara tersebut berlangsung di ruang LT Kampus II Samata, Rabu, 24 Juli 2024.
Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Dr. Syamsidar, M.Ag, menjelaskan bahwa pembekalan PPL ditujukan bagi mahasiswa semester VI. Mereka akan melaksanakan kegiatan di luar kampus selama tiga bulan, meliputi praktikum mikro, makro, dan PPL di 10 lokasi/instalasi sosial di berbagai kabupaten/kota.
Sebanyak 100 mahasiswa dari tiga kelas di Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Alauddin Makassar akan terlibat dalam program ini.
Dalam sambutannya, Prof. Abd. Rasyid menekankan pentingnya pembekalan PPL sebagai modal dasar untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari selama enam semester.
“Pada semester VI ini, Anda diharapkan dapat membangun jejaring sosial, baik sebagai calon aparatur negara maupun sebagai wiraswasta. Jika ingin menjadi ASN, harus memiliki mental birokrasi, sementara jika memilih menjadi wiraswasta, harus siap menjadi manusia merdeka dan sukses,” ujarnya.
Prof. Rasyid juga menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki visi masa depan dan sikap yang mantap dalam meraih cita-cita sebagai pekerja sosial.
“Jika tidak mau mengikuti PPL, maka Anda tidak berhak menyandang gelar sarjana. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran dan tanggung jawab,” tambahnya. Prof Rasyid juga menekankan pentingnya riset dan pengabdian kepada masyarakat dalam proses pendidikan.
Acara pembekalan PPL dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Syamsul, dilanjutkan laporan Ketua Prodi Kessos, dan pembekalan oleh dua narasumber yaitu Dr. Syamsuddin A.B, M.Pd (Dosen Kessos yang kini menjabat Wakil Dekan III) dan Drs. H. Syachruddin D.N, M.Si (Dosen Luar Biasa sekaligus instruktur Tagana di Fakultas Dakwah & Komunikasi UIN Alauddin Makassar).
Puncak acara ditandai dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan proses pembekalan oleh kedua narasumber tentang penerapan praktikum mikro, makro, dan praktik pengenalan lapangan.
















