Ia mengatakan kedatangan KPK hanya menanyakan hal biasa soal pendaftaran mahasiswa baru. Menurutnya KPK tidak hanya mendatangi UNS.
“Koordinasi rutin saja itu, tidak hanya UNS saja, banyak universitas lain. Saya ketemu satu, terus pendamping fungsional itu saja,” pungkasnya.
Dilansir detikNews, KPK melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung Kemendikbudristek atas dugaan korupsi pada penerimaan mahasiswa baru (PMB). Hal ini dilatarbelakangi banyaknya aduan masyarakat.
“Jadi sebagaimana diketahui penerimaan mahasiswa baru dari beberapa tahun yang lalu termasuk terakhir tahun 2022 kita melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap penerimaan mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi, ternyata di tahun-tahun berikutnya 2023 dan 2024 ini masih banyak keluhan dari masyarakat,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di lokasi.
Sidak dilakukan di Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan atau BP3 dan juga di Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan atau BSKAP Kemendikbudristek. Selain itu KPK juga melakukan sidak di dua perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah.
“Di mana sidak ini untuk memberikan efek kejut kepada instansi atau unit kerja penyelenggaraan pelayanan publik sebagai langkah perbaikan ke depan. Jadi ini untuk memastikan supaya identifikasi masalahnya objektif maka kami melaksanakan sidak, yang sidaknya itu tidak disampaikan lebih dahulu tapi dilakukan secara mendadak,” ujarnya.(detik)
















