Dalam sambutannya menyatakan, Kegiatan semacam ini sangat penting dan dibutuhkan, karena kematian adalah sesuatu yang pasti dan tidak dapat dihindari. Orang yang selalu mengingat kematian termasuk orang yang cerdas.
Sekretaris Desa Salajangki, Abdul Kadir, S.Ip., juga menyampaikan bahwa Desa Salajangki dikenal sebagai daerah yang tidak pernah kekurangan orang dalam hal pengurusan jenazah. Dia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan.
Koordinator Desa Posko 6 KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 75, Muh. Ashar Surahmin, berharap bahwa pelatihan ini dapat menciptakan harapan baru dan mengembangkan wawasan peserta, sehingga mereka dapat menjadi wali mayit yang kompeten dalam mengurus jenazah.
Sementara itu, Sekretaris BKM Nurul Iman Salajangki, Haeruddin, S.Sos., Dg. Laja, mengungkapkan keresahannya terkait kurangnya orang yang bersedia mengurus jenazah.
“Pelatihan ini berangkat dari keresahan kami. Punna nia’tau mate, sessai tawwa a’boya paje’ne tau mate (Kalau ada orang meninggal, kita kesulitan mencari pemandi jenazah),” tuturnya.
Haeruddin berharap setelah pelatihan ini, masyarakat Desa Salajangki dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. Ia juga menargetkan setiap dusun memiliki tim pengurus jenazah beranggotakan minimal lima orang, baik laki-laki maupun perempuan, sebagaimana telah disosialisasikan kepada para imam dusun.
“Mudah-mudahan niat kita di sini bernilai ibadah, dan ilmu yang kita peroleh bermanfaat di masa yang akan datang,” pungkas Haeruddin.(sdn)
Editor: Manaf Rachman
















