“Kualitas penyelenggaran MTQ bukan semata-mata dilihat dari hasilnya, tetapi juga dari prosesnya. Oleh sebab itu, dewan hakim menjadi tumpuan harapan peningkatan kualitas dan dan hasil pelaksanaan MTQ tingkat Nasional sekaligus pemegang tanggungjawab kunci dalam proses penilaian dan penetapan kejuaraan dalam MTQ,” tandas Gus Men.
“Saya berharap Dewan Hakim MTQ Tingkat Nasional XXX Tahun 2024 dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara kredibel, jujur, profesional, netral dan mandiri. Dewan Hakim, baik secara perorangan maupun sebagai tim, wajib menaati kode etik perhakiman dan menguasai pedoman Seleksi dan perhakiman yang telah ditetapkan” ungkapnya
Selain itu, lanjut Menag Yaqut, dewan hakim juga harus konsisten berpegang pada Pedoman Seleksi dan Perhakiman dalam MTQ, harus mengesampingkan segala faktor subjektif yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi obyektifitas penilaian dalam MTQ, seperti faktor kedaerahan, kesukuan, perguruan dan unsur kedekatan lainnya.
“Dewan Hakim harus betul-betul cermat, jujur, adil, transparan dan objektif dalam memberikan penilaian. Harus berani menolak intervensi dari siapa pun dan pihak mana pun,” tegas dia.
Ia optimis, pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional XXX ini semakin berkualitas dalam semua aspeknya terutama pada aspek dewan hakim. Ia mengungkapkan, lahirnya sistem penilaian berbasis teknologi informasi diharapkan berimplikasi terhadap objektifitas penilaian yang akuntabel.
“Selamat melaksanakan tugas yang diamanahkan kepada seluruh Dewan Hakim MTQ. Semoga Allah SWT senantiasa memberi bimbingan dan kekuatan kepada saudara-saudara sekalian,” tutup Menag Yaqut.(muh arief efindi)
















