Dalam pemilu ini, suara pemuda bukan sekadar angka di bilik suara, tapi sebuah amanat. Jadi, sangat penting untuk tidak sekedar memilih, tapi juga memilih dengan pertimbangan matang. Jangan sampai kita hanya jadi aksesoris dan pemanis dalam pilkada.
Seperti yang kita tahu, setiap pemilu seringkali membawa potensi perpecahan di tengah masyarakat.
Perbedaan pandangan politik seringkali buat kita lupa akan pentingnya persatuan yang jadi semangat dari Sumpah Pemuda.
Di tengah Pilkada ini, penting bagi anak muda Wajo untuk tetap menjaga semboyan “Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge,” untuk menghindari provokasi dan perpecahan.
Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk tidak sekedar bicara, tapi beraksi. Di Pilkada Wajo 2024, aksi nyata pemuda bukan sebatas di hari pencoblosan.
Dengan beraksi nyata, pemuda Kabupaten Wajo menunjukkan bahwa Sumpah Pemuda adalah landasan untuk terus berjuang, berpartisipasi aktif, dan bukan sekadar penonton dalam proses demokrasi.
Kandidat yang terpilih di Pilkada nanti akan membawa visi untuk lima tahun ke depan. Tapi, bukan berarti pemuda hanya diam dan menunggu perubahan.
Hari Sumpah Pemuda adalah pengingat bahwa pemuda juga punya andil besar sebagai penggerak perubahan.
#HarapanPerubahan
















