Ditempat yang sama, salah satu Mahasantri Terbaik, Irwan Maulana dari Kecamatan Barombong mengaku, dengan mendapatkan penghargaan terbaik tentu menjadi suatu kebanggaan untuk dirinya pribadi. Menurutnya, dengan prestasi tersebut akan menjadi motivasi untuk belajar lebih baik lagi dan tidak berpuas diri.
“Tentu menjadi yang terbaik sudah menjadi impian setiap mahasantri yang ada dan itu dibutuhkan perjuangan, pengorbanan dan istiqomah serta selalu mentaati segala aturan yang ada sehingga bisa disiplin untuk selalu belajar,” katanya.
Dirinya menyebut, kehadiran program ini sangat terbantu karena dirinya dapat mengeyam pendidikan dengan gratis, dan bisa menjadi penghafal Qur’an. Oleh karena itu, ia berharap Mahasantri ini bisa terus berlanjut untuk generasi-generasi selanjutnya.
“Saya pribadi selaku mahasantri ingin tetap program ini dilanjutkan dan semoga ada generasi Qur’ani setiap desa yang diutus dan menjadi kebanggaan masyarakat Gowa, serta menjadikan Gowa sebagai generasi yang selalu dekat dengan Alquran, serta menjadi kebanggaan bangsa, nusa dan agama dan tentunya untuk masyarakat Kabupaten Gowa sendiri,” harapnya.
Adapun 20 mahasantri terbaik yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri yakni Muhammad Firham S. dari Desa Bili-Bili Kecamatan Bontomarannu, Muhammad Irham dari Desa Lauwa, Kecamatan Biringbulu, Muhammad Ilyas dari Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Muhammad Khairul Al Amin dari Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, Irwan Maulana S dari Desa Lembang Parang, Kecamatan Barombong, dan Mujadil Haq dari Desa Panciro, Kecamatan Bajeng.
Kemudian, Rahmat Hidayat dari Desa Bontolangkasa, Kecamatan Bontonompo, Muhammad Al Fitrah dari Desa Samata, Kecamatan Somba Opu, Abdul Razak dari Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, dan Mursalim dari Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat.
Sedangkan, Terbaik Mahasantri Putri yakni Nur Aisyah dari Desa Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Fitrah Madinah AM dari Desa Tamarunang, Kecamatan Tombolopao, Murniati dari Desa Kale Barembeng, Kecamatan Bontonompo dan Sahidatul Adawiyah, dari Kecamatan Tompobulu.
Ada pula Fitriani dari Desa Bonto Bu’dung, Kecamatan Tompobulu, Septia Reski dari Desa Kale Bajeng, Kecamatan Bajeng, Dini Andi Narti dari Kecamatan Bungaya, Anita Sri Restuti AM dari Desa Pa’bentengang Kecamatan Bajeng, Siti Nurhidayah dari Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, dan Sri Irnawati dari Desa Pencong, Kecamatan Biringbulu.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















