“Monitoring dan evaluasi tentunya sangat penting untuk mencegah segala risiko yang bisa timbul dalam setiap melaksanakan kegiatan/pekerjaan dan tentunya peran serta masyarakat untuk memberikan masukan hal yang sangat penting, selain untuk pencegahan risiko yang mungkin akan timbul, juga menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap dr.Ino sapaan akrabnya.
Dilanjutkannya, dengan adanya program SMART, RSUD Lasinrang dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya dalam hal pengelolaan risiko yang lebih baik dan lebih responsif terhadap perubahan yang terjadi, harap Direktur RSUD Lasinrang.
Kegiatan dilanjutkan dengan, penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pihak yang hadir, sebagai simbolisasi penerapan budaya antisipatif dan manajemen risiko di RSUD Lasinrang. Penandatanganan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan keselamatan pasien, serta memperkuat tata kelola rumah sakit.(Tan)
Editor: Manaf Rachman

















