Sambung Munarpa, pengurus Koni saat ini sudah berjalan sekitar 2 tahun. Pada tahun 2023 lalu, fokus untuk melakukan identifikasi atlit. Dan pada tahun 2024 lalu, lebih banyak melakukan pembinaan atlit. Tahun 2024, Koni sudah melakukan pembinaan cabang olahraga kurang lebih 28 Cabor.
Ada lima turnamen yang telah dilaksanakan Koni, kata Munarpa, pada tahun 2024 lalu. Yaitu, turnamen tennis meja antar pelajar se Sulselbar, turnamen pencak silat se Kabupaten Pinrang, turnamen brich, dan turnamen nasional panjat tebing yang dihadiri 21 provinsi.
Sebenarnya, kata Munapa atlit di Pinrang itu cukup berprestasi. Ada 10 atlit Pinrang yang lolos masuk pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tersebar di 6 cabang olahraga.
M. Faisal, salah satu Anggota Komisi IV mengungkapkan, masalah prestasi atlit ini harus melalui planning yang baik khususnya masalah penganggarannya. Mestinya, anggaran yang mengikuti planning, bukan sebaliknya, planning mengikuti anggaran yang ada.
Masalah atlit berprestasi, kata M. Faisal, yang ditarik dan digunakan oleh kabupaten lain pada even Porda, mestinya Koni mempertahankan itu jangan biarkan diambil daerah lain.
Senada dengan itu, Harun, Sekretaris Komisi IV mengungkapkan, “kalau memang KONI memiliki perencanaan yang baik, kami Anggota DPRD khususnya Komisi IV tentunya akan mendukung dan akan membantu Koni mendorong masalah penganggarannya di pemerintah daerah”, ungkap Harun. (Tan)















