“Skrining akan dilakukan melalui wawancara langsung dengan siswa untuk mengetahui apakah ada di antara mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan makanan tertentu,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan adanya tiga sekolah dasar di lengkese Takalar, yakni SD Kapunrengan, SD Bonto Ba’do, dan SD Lengkese adanya siswa yang mengalami gejala keracunan setelah menikmati makanan bergizi gratis ternyata hanya alergi dengan lauk ikan.
Sebanyak 12 orang dari 3.219 siswa dari tiga sekolah tersebut dilaporkan terpengaruh, dengan rincian 10 siswa dari SD Kapunrengan, 1 siswa dari SD Bonto Ba’do, dan 1 siswa dari SD Lengkese.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















